Tautan-tautan Akses

SoftBank Investasi $250 Juta untuk Aplikasi Pemesanan Taksi di Asia Tenggara


CEO SoftBank Corp. Masayoshi Son (R) dengan robot bernama Pepper produksi perusahaannya dalam konferensi pers di Urayasu, timur Tokyo.
CEO SoftBank Corp. Masayoshi Son (R) dengan robot bernama Pepper produksi perusahaannya dalam konferensi pers di Urayasu, timur Tokyo.

GrabTaxi, yang memungkinkan pelanggan memesan taksi yang terdekat di lokasi mereka melalui ponsel, beroperasi di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina.

Perusahaan telekomunikasi Jepang, SoftBank Corp telah menanamkan US$250 juta untuk menjadi investor utama aplikasi pemesanan taksi seluler GrabTaxi Holdings Pte Ltd di Asia Tenggara, yang merupakan investasi terbesarnya dalam perusahaan Internet Asia Tenggara.

GrabTaxi, yang memungkinkan pelanggan memesan taksi yang terdekat di lokasi mereka melalui ponsel, beroperasi di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina.

Dalam sebuah pernyataan, dua perusahaan tersebut mengatakan pendanaan akan digunakan untuk mempercepat ekspansi aplikasi di wilayah ini.

Investasi di GrabTaxi datang sekitar sebulan setelah SoftBank dan CEO dan pendiri, miliarder Masayoshi Son mengumumkan pendanaan $627 juta dalam pasar daring Snapdeal sebagai bagian dari rencana untuk berinvestasi sebesar $10 miliar dalam pasar ritel daring yang meledak di India.

SoftBank juga mengatakan pada Oktober akan memimpin investasi $210 juta dengan investor-investor yang ada saat ini di ANI Technologies di India, yang memiliki aplikasi seluler untuk pemesanan taksi.

Perusahaan jepang itu merupakan investor terbesar baru-baru ini dalam raksasa perdagangan Internet China Alibaba Group Holding Ltd.

Termasuk investasi SoftBank, GrabTaxi telah mendapatkan pendanaan $340 juta. Tidak jelas, berapa banyak saham GrabTaxi yang akan dimiliki SoftBank.

Kemacetan di kota-kota Asia Tenggara telah memberi keuntungan pada aplikasi-aplikasi seperti GrabTaxi. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna aplikasi seluler ini telah naik enam kali lipat sampai sekitar setengah juta dan jumlah pengemudi taksi dalam jaringan ini telah tumbuh empat kali lipat menjadi 60.000, menurut perusahaan tersebut. (Reuters)

XS
SM
MD
LG