Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 08:49

Berita / Dunia

Sekjen PBB Kutuk Serangan Kamp Pembangkang Iran di Irak

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangan di kamp pembangkang Iran di Irak, dan menyerukan agar pelakunya dihukum.

Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan di kamp Hurriya, yang dulu dikenal sebagai kamp Liberty, tempat penampungan pembangkang Iran di dekat Baghdad, Irak  (Foto: dok).
Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan di kamp Hurriya, yang dulu dikenal sebagai kamp Liberty, tempat penampungan pembangkang Iran di dekat Baghdad, Irak (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Pejabat Irak mengatakan, sejumlah penyerang menembakkan roket ke sebuah kamp pembangkang Iran, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 40 lainnya.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di dekat Baghdad, di Camp Hurriya, yang dulu pernah menjadi markas militer Amerika yang dikenal dengan nama, Camp Liberty.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland menyebut serangan itu keji dan tidak masuk akal.

Kamp itu menampung para anggota kelompok pengasingan Iran, Mojahedin-e Khalq atau MEK. MEK dibentuk tahun 1960-an untuk menentang Shah Iran yang didukung Amerika, tapi kemudian memerangi penguasa baru negara itu, setelah revolusi Islam tahun 1979.

Kelompok itu sempat masuk daftar teroris Amerika, Inggris dan Uni Eropa, tapi sudah dicabut.

Amerika mengatakan tahun lalu setelah mencabut MEK dari daftar teroris, Amerika masih khawatir mengenai organisasi itu, terutama mengenai berbagai dugaan pelanggaran HAM atas anggotanya sendiri.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya