Senin, 30 Mei 2016 Waktu: 19:32

    Berita / Dunia

    Sekjen PBB Kutuk Serangan Kamp Pembangkang Iran di Irak

    Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangan di kamp pembangkang Iran di Irak, dan menyerukan agar pelakunya dihukum.

    Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan di kamp Hurriya, yang dulu dikenal sebagai kamp Liberty, tempat penampungan pembangkang Iran di dekat Baghdad, Irak  (Foto: dok).
    Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan di kamp Hurriya, yang dulu dikenal sebagai kamp Liberty, tempat penampungan pembangkang Iran di dekat Baghdad, Irak (Foto: dok).
    Pejabat Irak mengatakan, sejumlah penyerang menembakkan roket ke sebuah kamp pembangkang Iran, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 40 lainnya.

    Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di dekat Baghdad, di Camp Hurriya, yang dulu pernah menjadi markas militer Amerika yang dikenal dengan nama, Camp Liberty.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland menyebut serangan itu keji dan tidak masuk akal.

    Kamp itu menampung para anggota kelompok pengasingan Iran, Mojahedin-e Khalq atau MEK. MEK dibentuk tahun 1960-an untuk menentang Shah Iran yang didukung Amerika, tapi kemudian memerangi penguasa baru negara itu, setelah revolusi Islam tahun 1979.

    Kelompok itu sempat masuk daftar teroris Amerika, Inggris dan Uni Eropa, tapi sudah dicabut.

    Amerika mengatakan tahun lalu setelah mencabut MEK dari daftar teroris, Amerika masih khawatir mengenai organisasi itu, terutama mengenai berbagai dugaan pelanggaran HAM atas anggotanya sendiri.

    Lihat Juga

    India Melaju dengan Ambisi Luar Angkasa

    Meskipun tergolong pendatang baru dalam persaingan ke luar angkasa, program antariksa New Delhi telah melakukan terobosan teknologi signifikan dan memiliki reputasi baik terkait efektivitas biaya. Selengkapnya

    Gangguan Komputer di Bandara JFK Akibatkan Antrean Masif

    Gangguan pada server layanan internet membuat registrasi penumpang harus dilakukan manual, sehingga lebih dari 1.000 penumpang antre untuk 'check in.' Selengkapnya

    Dukungan Pemerintah Malaysia Atas Hukum Syariah Picu Kemarahan

    Para kritik yakin Najib Razak menggunakan hukum syariah atau hudud untuk mendapatkan dukungan pemilih Muslim Melayu dan menangkis serangan atas kepemimpinannya. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami