Selasa, 31 Mei 2016 Waktu: 18:48

    Berita / Indonesia

    RI-Australia Bahas Kesepakatan Maritim soal SAR

    Indonesia dan Australia sedang membahas sebuah kesepakatan yang akan memungkinkan pihak berwenang Australia memasuki zona pertolongan dan penyelamatan (atau SAR) Indonesia.

    Tim SAR Australia berusaha mencari korban selamat dari kapal pencari suaka yang mengalami kecelakaan di Pulau Christmas (foto: dok).
    Tim SAR Australia berusaha mencari korban selamat dari kapal pencari suaka yang mengalami kecelakaan di Pulau Christmas (foto: dok).
    Para pengamat menilai, kesepakatan untuk menyelamatkan para pencari suaka itu harus dicermati secara seksama untuk mencegah konflik bersenjata.

    Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, gagasan mengenai kesepakatan maritim antara kedua negara bertetangga di kawasan Asia-Pasifik itu mencuat dari kunjungan Presiden Indonesia ke Darwin bulan lalu.

    Tahun lalu, ratusan pencari suaka tenggelam di lepas pantai pulau Jawa ketika sedang dalam perjalanan laut menuju Australia, sementara ratusan kapal mengeluarkan panggilan permintaan bantuan.

    Jakarta tidak memiliki kapasitas untuk merespon semua situasi darurat itu. Pekan lalu, misalnya, sebuah kapal yang sarat pencari suaka mengalami kesulitan dekat Pulau Bali namun pihak berwenang setempat tidak dapat menolong karena sudah malam, sementara angkatan laut Australia yang siap membantu terpaksa menunggu adanya permintaan bantuan resmi dari Indonesia.

    Michael White, guru besar hukum laut di Universitas Queensland, Australia, mengatakan, peraturan dasar harus dipertimbangkan secara seksama untuk menghindari terjadinya konflik yang tidak diinginkan.

    Sementara perundingan berlanjut, lebih banyak kapal yang mengangkut para pencari suaka berusaha melakukan perjalanan berbahaya dengan melintas dari Indonesia ke Australia. Sejauh ini pada tahun 2012, sekitar tujuh ribu orang berhasil dihentikan patroli-patroli perbatasan Australia.

    Sebelumnya pekan ini, Angkatan Laut Australia membantu sebuah kapal yang sedang kesulitan dan mengangkut 65 tersangka pencari suaka dekat Pulau Sumba.

    Di Canberra, pemerintah telah membentuk sebuah komisi independen untuk mempertimbangkan masalah migrasi ilegal setelah pemerintah gagal mendapat dukungan parlemen untuk rencana mereka mengirim ratusan pencari suaka ke Malaysia. Para pengritik menentang rencana itu karena Malaysia tidak menandatangani konvensi PBB mengenai pengungsi. Australia memberikan visa ke sekitar 13 ribu pengungsi setiap tahunnya, berdasarkan beragam kesepakatan global.

    Lihat Juga

    Moskow Kecam Rencana NATO Perkuat Pertahanan di Eropa Timur dan Baltik

    Seorang utusan Rusia untuk NATO di Brussels menuduh kelompok itu beralih ke metode Perang Dingin. Selengkapnya

    Calon Mahasiswa Kerjakan Ujian Masuk PTN Berbasis Komputer

    Lebih dari 1 juta calon mahasiswa memperebutkan ribuan kursi mahasiswa berbagai universitas negeri di Indonesia. Selengkapnya

    Pemkab Poso Imbau Santoso dan Kelompoknya Menyerah

    Pemerintah Kabupaten Poso mengatakan siap memfasilitasi jika Santoso dan kelompoknya ingin menyerahkan diri. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Oki dari: Cimahi
    03.08.2012 08:36
    Pertolongan dan bantuan di perairan Samudera dan Laut di wilayah hukum R.I semoga tidak hanya untuk para pencari suaka, akan tetapi juga untuk para pelancong, periset dan para nelayan. Semoga tak hanya Australia saja yg hendak membantu A.L.R.I, akan tetapi juga melibatkan negara-negara yg dekat dgn R.IU, misalnya Singapura, Malaysia,Hong Kong, Jepang, China, ThaiLand, New Zealand, Arab Saudi, Yaman,Mesir dll. Wasalam.

    Ikuti Kami