Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 00:51

    Berita / AS

    Pramuka Amerika Akan Akhiri Larangan untuk Gay

    Asosiasi pramuka di Amerika kemungkinan akan mencabut aturan yang melarang gay menjadi anggota pramuka.

    Protes dari para anggota terhadap organisasi kepanduan Boy Scouts of America saat konferensi nasional di Philadelphia. (Foto: Dok)
    Protes dari para anggota terhadap organisasi kepanduan Boy Scouts of America saat konferensi nasional di Philadelphia. (Foto: Dok)
    Organisasi kepanduan Amerika, atau Boy Scouts of America, sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri aturan nasional yang melarang gay menjadi anggota dan membiarkan kebijakan mengenai orientasi seksual menjadi hak prerogatif organisasi lokal, menurut juru bicaranya pada Senin (28/1).

    Pencabutan larangan itu akan menjadi titik balik dramatis bagi organisasi berusia 103 tahun tersebut, yang baru musim panas lalu menegaskan kebijakannya itu di tengah kritikan keras dari kelompok hak kaum gay dan beberapa orangtua.

    Dewan eksekutif nasional organisasi ini berharap dapat membahas pencabutan larangan tersebut pada pertemuan dewan minggu depan di Texas.

    “Pembahasan ini akan memberikan kesempatan pada lembaga-lembaga agama, masyarakat dan pendidikan yang mengawasi dan melaksanakan kepanduan memutuskan untuk menanggapi isu tersebut,” ujar juru bicara Deron Smith.

    Gereja Mormon Jesus Christ of Latter-day Saints, Gereja United Methodist dan Gereja Katolik memiliki keanggotaan anak muda terbesar dalam organisasi tersebut di antara kelompok-kelompok agama yang lain.

    Organisasi kepanduan ini, yang memiliki lebih dari 2,6 juta anak muda sebagai anggotanya dan lebih dari satu juga anggota dewasa pada akhir 2012, “tidak akan, dalam situasi apa pun, mendikte suatu posisi pada unit, anggota maupun orangtua,” ujar Smith.

    Lembaga ini juga menghadapi kritikan karena menyimpan dokumen-dokumen mengenai kekerasan seksual pada anak yang terjadi dalam organisasi tersebut selama tiga dekade. Dokumen ribuan halaman tersebut akhirnya dikeluarkan Oktober lalu, yang memperlihatkan insiden yang terjadi antara 1965 sampai 1985.

    Mahkamah Agung memenangkan organisasi pramuka ini pada 2000, mengijinkan mereka untuk melarang gay menjadi anggota. Namun tekanan publik meningkat beberapa tahun terakhir dari aktivis, termasuk Zach Wahls, seorang anggota pramuka dengan dua ibu lesbian, dan Jennifer Tyrell, seorang ibu lesbian dari Ohio yang dipecat sebagai pemimpin dan bendahara pramuka.

    GLAAD, kelompok advokasi anti-diskriminasi, mulai memberi tekanan setelah Tyrell dipecat dan lebih dari satu juga orang telah menandatangani petisi pada Change.org untuk meminta organisasi pramuka mengakhiri kebijakan tersebut. Lebih dari 462.000 orang menandatangani petisi, juga di Change.org, meminta Boy Scouts mengabulkan aplikasi Ryan Andresen, seorang warga California yang gay.

    Berbagai tokoh dan perusahaan juga ikut memberi tekanan dan menarik dukungan untuk kebijakan pramuka tersebut. (Reuters/Marice Richter)

    Lihat Juga

    Perusahaan AS, Eropa Sepakat Cegah Ujaran Kebencian lewat Internet

    Beberapa perusahaan media sosial dunia telah berkomitmen untuk mencegah penggunaan media sosial oleh teroris guna menyebarkan kebencian terhadap siapa pun. Selengkapnya

    Moskow Kecam Rencana NATO Perkuat Pertahanan di Eropa Timur dan Baltik

    Seorang utusan Rusia untuk NATO di Brussels menuduh kelompok itu beralih ke metode Perang Dingin. Selengkapnya

    Calon Mahasiswa Kerjakan Ujian Masuk PTN Berbasis Komputer

    Lebih dari 1 juta calon mahasiswa memperebutkan ribuan kursi mahasiswa berbagai universitas negeri di Indonesia. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami