Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 00:33

Berita / Gaya Hidup / Isu Sosial

Perempuan Afghanistan Temukan Suara lewat Goresan Pena

Bagi sebagian perempuan Afghanistan, menulis online memberi mereka keterampilan komputer dan bahasa serta keberanian untuk menceritakan kisah mereka.

Dengan burka yang menutupi tubuh mereka, perempuan Afghanistan sering dianggap 'bisu.'  Namun sebuah proyek menulis memberi mereka kesempatan untuk 'bersuara' (foto: awwproject.org).
Dengan burka yang menutupi tubuh mereka, perempuan Afghanistan sering dianggap 'bisu.' Namun sebuah proyek menulis memberi mereka kesempatan untuk 'bersuara' (foto: awwproject.org).
UKURAN HURUF - +
Faiza Elmasry
Perempuan Afghanistan sering digambarkan secara menyedihkan dan buruk, dilarang mengenyam pendidikan atau bekerja di luar rumah, harus bersembunyi di balik "burqa," dan dibungkam.

Proyek Menulis Perempuan Afghanistan (AWWP) didirikan tiga tahun lalu untuk mengubah citra tersebut.

Di dalam ruang virtual yang diciptakan oleh AWWP, perempuan memiliki kebebasan untuk menulis tentang apa pun yang mereka inginkan di bawah asuhan tim relawan guru dan penulis.

Zahra A., yang berusia 20-an, senang bisa menceritakan kisahnya melalui situs itu. Zahra mengajarkan bahasa Inggris di sebuah panti asuhan dan menulis tentang pengalaman hidup dan aspirasi gadis Afghanistan.

Novelis Amerika Naomi Benaron adalah pembimbingnya. "Dia adalah puteri dari petani yang tidak berpendidikan yang mengutamakan pendidikan bagi anak-anak mereka di tengah tentangan dari masyarakat dan keluarga," tutur Benaron.

Masha Hamilton, wartawan dan novelis Amerika, mendirikan Proyek Menulis Perempuan Afghanistan pada tahun 2009, sepuluh tahun setelah kunjungan pertamanya ke Kabul.

Menurut Hamilton, "Sangat penting bagi mereka untuk menceritakan kisah mereka sendiri, dan menyuarakannya dengan lantang. Ketika mereka menceritakan kisah mereka, mereka melihatnya dengan cara yang berbeda, lalu membuat perubahan yang tepat bagi diri mereka sendiri."

Selama tiga tahun terakhir, jumlah perempuan yang ikut ambil bagian dalam proyek ini telah berkembang pesat, seiring banyaknya perempuan yang berbagi pengalaman dengan teman dan keluarga mereka.

Baru-baru ini, AWWP pindah dari dunia maya ke dalam bangunan fisik di ibukota, Kabul, di mana perempuan bisa datang, menggunakan Internet dan saling mengilhami satu sama lain.

Mahnaz yang berusia 20 tahun bergabung dengan kelompok itu tiga tahun yang lalu. Dalam puisinya yang berjudul "Merestui Ketidaksetaraan," dia menelusuri bagaimana perempuan menjadi korban budaya dan agama.

"Saya merasa tidak sendirian dan ingin ada perubahan,"tulis Mahnaz dalam puisinya.

Mahnaz ingin terus menulis dan bercita-cita menjadi novelis. Dia mengatakan Proyek Menulis Perempuan Afghanistan membuka kesempatan baginya dan penulis lain untuk bersuara dan menjadi kekuatan bagi perubahan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya