Jumat, 22 Agustus 2014 Waktu UTC: 21:37

Berita / Indonesia

Pemda Aceh Tetap Maju dengan Aturan Posisi Duduk Perempuan

Meski dikritik, pemerintah kota Lhokseumawe, Aceh, bersikukuh melarang perempuan yang membonceng sepeda motor duduk mengangkang.

Perempuan Aceh membonceng sepeda motor di Lhokseumawe (7/1). (AP/Rahmat Yahya)
Perempuan Aceh membonceng sepeda motor di Lhokseumawe (7/1). (AP/Rahmat Yahya)
Pada Senin (7/1), pemerintah kota Lhokseumawe mendistribusikan surat pemberitahuan ke kantor-kantor pemerintahan dan desa-desa berisikan proposal aturan yang menyatakan bahwa perempuan remaja dan dewasa dilarang duduk mengangkang di sepeda motor, kecuali dalam keadaan “darurat”, dan tidak boleh berpegangan pada pengemudi.

Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengatakan bahwa larangan diperlukan karena “lekukan tubuh perempuan” lebih terlihat saat duduk mengangkang di sepeda motor dibandingkan duduk menyamping.

“Perempuan Muslim tidak diperbolehkan memperlihatkan lekuk tubuh, itu melawan ajaran agama,” ujarnya. Ia tidak memberikan detail hukuman bagi para pelanggar aturan tersebut.

Minggu lalu, para pejabat Kementerian Dalam Negeri memberitahu media bahwa mereka akan berupaya memblokir peraturan tersebut karena diskriminatif.

Nurjanah Ismail, dosen kajian gender di Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry di Banda Aceh mengkritik proposal aturan tersebut.

“Tidak perlu mempertanyakan, apalagi mengatur, praktik tersebut, karena orang-orang melakukannya untuk alasan keamanan,” ujarnya. “Perempuan yang duduku seperti itu tidak dapat dianggap buruk atau melanggar syariah. Islam itu indah, jangan mempersulitnya.” (AP/Ayi Yufridar)
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Jomar dari: VaYUTVOocLs
26.01.2013 03:31
nih klo pengalaman sya saya juga ngaalmin hal tersebut tersu saya buat site baru lagi(koneksi baru) dan klo gak bisa biasanya atau kemunkinan dremweaver nya error


oleh: Muksalmina Mta dari: Aceh
14.01.2013 05:26
Jadi, jika semua pihak gender mengecam akan aturan tersebut. Bagaimana solusinya menurut mereka? jangan hanya mengkritik tapi tidak ada jalan keluarnya. Aceh adalah bangsa yang penuh budaya dan moralitas kuat. Apa dibalik kecaman pihak gender sebenarnya?


oleh: joni irwansyah dari: batam
08.01.2013 23:53
Sebenarnya aturan ini memang bagus dilihat dari ruh semangat islami, tapi peraturan yang terlalu memaksakan ini cenderung menimbulkan kemudharatan, penindasan, bahkan diskriminatif pelaksanaannya di lapangan dan membuat kebingungan public. Seharusnya yang ditekankan adalah pendidikan moral dan akhlak digencarkan di seluruh pelosok negeri dengan kearifan dan kebijaksanaan para penegak hukum dalam segala aspek tanpa adanya peraturan-peraturan yang malah akan menimbulkan perselisihan dan mungkin perpecahan.


oleh: gendhing kinanti dari: singkawang
08.01.2013 21:22
yg membuat ISLAM tidak populer dimata publik internasional justru perlakuan umatnya sendiri yg melebih-lebihkan tuntunan2nya menjadi lebih ekstreem .

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook