Kamis, 24 Juli 2014 Waktu UTC: 02:18

Berita / Iptek / Sains

NASA: Asteroid Akan Lewati Bumi Tapi Tak Berbahaya

NASA mengatakan asteroid akan melewati Bumi dengan jarak cukup dekat, paling dekat dengan Indonesia, namun tidak akan sampai menabrak Bumi.

Gambar simulasi Asteroid 2012 DA14 yang mendekat dari arah selatan dan melintasi Bumi pada 15 Februari 2013 mendatang. (NASA/JPL-Caltech)
Gambar simulasi Asteroid 2012 DA14 yang mendekat dari arah selatan dan melintasi Bumi pada 15 Februari 2013 mendatang. (NASA/JPL-Caltech)
— Sebuah asteroid selebar 150 feet atau sekitar 45,72 meter akan melewati Bumi minggu depan, dengan jarak bahkan lebih dekat dari satelit cuaca atau alat komunikasi di luar angkasa. Asteroid ini merupakan benda angkasa dengan jarak terdekat yang akan melewati Bumi.

Tapi para ilmuwan dari lembaga antariksa NASA mengatakan asteroid itu sedikitnya berjarak 17.100 mil (27.250 kilometer) saat melewati Bumi Jumat mendatang (15/2).

“Asteroid itu tidak mungkin menabrak Bumi,” ujar Donald Yeomans, manajer program Obyek Dekat Bumi NASA di Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California pada Kamis (8/2).

Bahkan kemungkinan tabrakan antara asteroid dan satelit sangat kecil, ujar Yeomans dan ilmuwan lainnya. Beberapa ratus satelit mengorbit pada jarak 22.300 mil, lebih tinggi dari jalur asteroid, meski para operator diperingatkan mengenai kedatangan obyek ini untuk memantau.

“Tidak ada yang telah atau akan menaikkan bendera merah,” ujar Yeomans. “Saya sendiri tidak mengantisipasi ada masalah apa pun.”

Tidak  bisa dilihat dengan mata telanjang, asteroid ini dianggap kecil. Sebagai kontras, asteroid yang menghantam Bumi dan memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu memiliki lebar 6 mil.

Namun Asteroid 2012 DA14, yang dinamakan berdasarkan tanggal penemuan, masih bisa menimbulkan pukulan keras.

Jika asteroid itu menabrak Bumi, yang ditegaskan lagi oleh para ilmuwan bahwa itu tidak akan terjadi, ia akan mengeluarkan energi 2,4 juta ton TNT dan menyapu daerah seluas 750 mil persegi. Itulah yang terjadi di Siberia pada 1908, ketika daerah hutan sekitar Sungai Tunguska diratakan oleh asteroid yang sedikit lebih kecil yang meledak sekitar lima mil di atas permukaan tanah.

Kemungkinan benda seukuran tersebut menghantam Bumi adalah sekali dalam 1.200 tahun. Benda angkasa yang melewati Bumi dengan jarak dekat namun tidak berbahaya seperti ini terjadi setiap 40 tahun sekali.

Kumpulan asteroid dalam tata surya berlokasi antara orbit-orbit Mars dan Yupiter, dan tetap stabil di sana selama miliaran tahun. Beberapa terkadang muncul di sekitar Bumi.
Asteroid yang akan melintas pada minggu depan ini diperkirakan berjarak terdekat dengan Indonesia pada Jumat siang.

Asteroid ini akan lewat dengan kecepatan 17.000 mil per jam atau sekitar 27.400 kilometer per jam, sehingga kecil kemungkinannya akan terlihat. Ia delapan kali lebih cepat dari peluru yang ditembakkan senapan berkecepatan tinggi.

Oleh mata telanjang dan bahkan oleh teropong dan teleskop hanya akan terlihat sebagai titik cahaya kecil. Lokasi-lokasi utama untuk melihatnya adalah di Asia, Australia dan Eropa Timur. (AP/Marcia Dunn)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook