Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 08:47

Berita / Politik

Mesir Mencekam, Pilpres Putaran Kedua akan Dilanjutkan

Ketegangan meningkat di Kairo, karena putusan pengadilan hari Kamis yang mengijinkan pejabat era Mubarak untuk maju menjadi calon Presiden menimbulkan kemarahan rakyat.

Para demonstran Mesir berkumpul di LapanganTahrir, Kairo hari Jumat (15/6) menuntut pembubaran rejim militer di Mesir.
Para demonstran Mesir berkumpul di LapanganTahrir, Kairo hari Jumat (15/6) menuntut pembubaran rejim militer di Mesir.
UKURAN HURUF - +
Demonstran yang marah hari Jumat turun ke jalan-jalan di Kairo dan Iskandariyah, memrotes putusan pengadilan tinggi yang dianggap perebutan kekuasaan oleh sisa-sisa rezim lama. Ribuan orang berbaris ke Tahrir Square di Kairo, mengarahkan kemarahan kepada kandidat presiden Ahmed Shafiq, curiga mantan perdana menteri era presiden terguling Hosni Mubarak itu tetap menjadi bagian plot yang lebih besar. Beberapa demonstran bahkan mendorong mobil untuk menggilas poster kampanye compang-camping bergambar Shafiq.
 
Iman Ahmed, demonstran yang mogok makan di Kairo, memperkirakan perang besar di Mesir. Di jalan-jalan Iskandariyah, massa meneriakkan “Rakyat menuntut Shafiq Turun” dan “Bubarkan kekuasaan militer”. Demonstran dan pendukung Ikhwanul Muslimin Hamdy Abdel Rahman menyatakan rakyat Mesir tidak akan terintimidasi.
 
Ketegangan meningkat di Kairo karena putusan pengadilan hari Kamis menimbulkan keraguan mengenai nasib revolusi rakyat Mesir. Putusan itu membatalkan undang-undang yang disetujui parlemen pimpinan Islamis yang melarang pejabat-pejabat senior era pemerintahan Mubarak – seperti Shafiq – menjabat.

Para hakim - peninggalan era Mubarak - juga mengutip masalah hukum dalam putaran terakhir pemilihan anggota parlemen dan menyerukan parlemen pimpinan Islamis, dibubarkan. Beberapa tokoh Islamis menuduh dewan militer yang berkuasa di Mesir memanfaatkan pengadilan itu guna melancarkan kudeta de facto. Tetapi Dewan militer yang berkuasa menyatakan pemilihan putaran kedua hari Sabtu dan Minggu - antara Shafiq dan kandidat presiden Ikhwanul Muslimin Mohamed Morsi akan berjalan sesuai rencana.

Tentara hari Jumat sibuk membawa surat suara dan materi lain pemilihan ke tempat-tempat pemungutan suara di seantero negara itu. Banyak warga Mesir kecewa, tidak senang atas pilihan itu dan ada pembicaraan memboikot pemungutan suara atau memberi suara tidak sah sebagai protes.

Wartawan VOA Elizabeth Arrott di Kairo melaporkan, kemarahan itu diperlunak kelelahan banyak warga Mesir. Ashraf Mahmoud, di Iskandariyah, tidak melihat pilihan lain kecuali memberikan suara. Meskipun kemarahan ditujukan kepada dewan militer yang berkuasa, Mona Makram Ebeid dari American University di Kairo mengatakan, meskipun Shafiq menang, tidak berarti cara-cara lama rezim mantan Presiden Hosni Mubarak akan diberlakukan.
 
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menyatakan Washington memantau situasi di Mesir dan berharap ada peralihan kekuasaan penuh ke pemerintah sipil yang dipilih secara demokratis. Kepada wartawan hari Jumat, jurubicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengatakan Washington terganggu oleh putusan pengadilan itu dan akibat-akibat yang mungkin ditimbulkan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengimbau pemungutan suara "damai dan inklusif" di Mesir.
 
Kepada pendukungnya di Kairo hari Kamis, Ahmed Shafiq menyebut putusan itu bersejarah dan mendesak seluruh rakyat Mesir agar ikut Pemilu. Tetapi Ikhwanul Muslimin menyatakan putusan pengadilan itu mengindikasikan, Mesir mengarah ke masa-masa amat sulit yang mungkin lebih berbahaya daripada hari-hari terakhir kekuasaan Mubarak.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: rio dari: praya
16.06.2012 05:40
Ya ALLAH,,, hancurkanlah musuh-musuhmu,,menangkanlah,,para prajuritmu YA ALLAH,,,tiada harapan selain KepadaMU YA ALLAH,,Aku yakin Makarmu pasti mengalahkan makar musuh-musuhmu

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video AS Bisa Swasembada Minyak Tahun 2035 - Laporan VOA

Booming minyak dan gas shale di Amerika Serikat membuat produksi energi negara ini terus meningkat sehingga diperkirakan akan bisa berswasembada sebelum tahun 2035, menurut laporan Badan Energi Internasional. Produksi gas AS juga diprediksi akan melebihi Rusia. Bila AS nantinya tidak lagi bergantung pada minyak Timur Tengah, analis memperkirakan akan terjadi perubahan besar pada konstelasi perimbangan kekuatan dan hubungan internasional. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya