Rabu, 25 Mei 2016 Waktu: 18:01

    Berita / AS

    Menhan AS Cabut Larangan Tugas Tempur di Garis Depan bagi Perempuan

    Seorang pejabat tinggi Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta akan mencabut larangan tugas tempur bagi perempuan dalam angkatan bersenjata AS.

    Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta dalam konferensi pers  di London (Foto: dok). Menhan AS telah mencabut larangan tempur bagi perempuan dalam angkatan bersenjata Amerika, dan membuka ribuan lowongan bagi perempuan untuk ikut bertempur di garis depan. (AP Photo/Jacquelyn Martin, File)
    Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta dalam konferensi pers di London (Foto: dok). Menhan AS telah mencabut larangan tempur bagi perempuan dalam angkatan bersenjata Amerika, dan membuka ribuan lowongan bagi perempuan untuk ikut bertempur di garis depan. (AP Photo/Jacquelyn Martin, File)
    Pejabat Pentagon mengatakan Panetta akan mengeluarkan pengumuman resmi hari ini (24/1), dan menambahkan bahwa hal inilah yang hendak dilakukan Panetta sejak menjadi menteri pertahanan tahun 2011. Ia sudah membuka 50 ribu pekerjaan militer bagi perempuan dalam dua tahun terakhir.

    Pejabat itu mengatakan Panetta akan memberi waktu kepada para pimpinan militer untuk membuat rencana pelaksanaan kebijakan baru ini, yang mungkin akan membuka ribuan tugas tempur  garis depan bagi perempuan dalam semua angkatan militer Amerika – angkatan darat, laut, udara, marinir dan pengawal pantai.

    Dalam angkatan bersenjata, melakukan tugas tempur masih tetap kunci kemajuan karir.  Kaum perempuan telah lama mengatakan bahwa karena tidak mengakui tugas mereka yang sesungguhnya, militer secara tidak adil telah menghambat kemajuan mereka.

    Perempuan masih tidak diikutkan dalam sebagian tugas tempur di masa depan dan harus memenuhi persyaratan fisik yang ketat bagi setiap pekerjaan. Pejabat Pentagon tadi mengatakan para pimpinan angkatan militer Amerika akan diberi waktu tiga tahun untuk mempelajari kebijakan baru tersebut.

    Lihat Juga

    Penguasa Arab Saudi Beradaptasi dengan Era Media Sosial

    Penguasa Al Saud telah mulai mencoba membentuk debat daring dengan kampanye-kampanye media yang dikelola dengan sangat hati-hati. Selengkapnya

    HRW Desak Pemerintah Libatkan Ahli Forensik untuk Gali Kuburan Massal

    Tanpa ahli forensik, penggalian dapat menghancurkan bukti penting dan akan membuat identifikasi mayat sangat rumit, menurut Human Rights Watch. Selengkapnya

    3 Negara Eropa Perebutkan Kursi Dewan Keamanan PBB

    Para duta besar ketiga negara memaparkan rencana apa yang hendak mereka lakukan jika dipilih untuk masa jabatan dua tahun terhitung tahun 2017. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami