Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 09:06

Berita / AS

Mantan Walikota New Orleans Hadapi Dakwaan 21 Perkara Korupsi

Mantan walikota New Orleans, Louisiana, didakwa dengan 21 tuduhan korupsi, termasuk menerima uang suap dari para kontraktor saat kota itu dilanda Badai Katrina tahun 2005.

Mantan walikota New Orleans, C. Ray Nagin menghadapi dakwaan terkait 21 perkara korupsi termasuk menerima suap dari para kontraktor saat badai Katrina melanda wilayah tersebut tahun 2005 (Foto: dok).
Mantan walikota New Orleans, C. Ray Nagin menghadapi dakwaan terkait 21 perkara korupsi termasuk menerima suap dari para kontraktor saat badai Katrina melanda wilayah tersebut tahun 2005 (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Dakwaan yang diumumkan Jumat (19/1) oleh Departemen Kehakiman itu, menuduh C. Ray Nagin berkomplot untuk menipu pemerintah kota, dan memberikan berbagai kontrak kepada bisnis-bisnis dengan menerima  imbalan mencakup uang tunai, transfer dana lewat kawat dan tamasya gratis. Nagin yang berumur 56 tahun itu juga dituduh memalsukan pembayaran pajak antara 2005 hingga 2008.

Nagin, mantan direktur eksekutif televisi kabel, adalah politisi di Louisiana dan memenangkan pemilu pada 2002 sebagai walikota dari kota yang terletak di pinggir Teluk Meksiko itu. 

Badai Katrina, yang meluluh-lantakkan New Orleans tiga tahun kemudian, menempatkan Nagin dalam kancah politik nasional, dan ia menciptakan reputasi sebagai pejabat yang terus-terang dan agresif. Dia meninggalkan politik pada 2008, setelah merampungkan masa jabatannya yang ke dua.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya