Sabtu, 18 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:04

Berita / AS

Mahasiswa Indonesia Terkena Dampak Badai Salju di AS

Mahasiswa Indonesia yang bermukim di Boston dan New York ikut terkena dampak badai salju dahsyat yang melanda kawasan itu mulai Jumat (8/2).

Warga mengeruk salju yang menimbun mobil di kota Boston, Sabtu (9/2), akibat badai salju. (AP/Gene J. Puskar)
Warga mengeruk salju yang menimbun mobil di kota Boston, Sabtu (9/2), akibat badai salju. (AP/Gene J. Puskar)
UKURAN HURUF - +
Eva Mazrieva
Bayu Dewanto dan istrinya Irma tidak pernah membayangkan jika tahun pertama masa kuliah di Hult International Business School di kota Boston, negara bagian Massachusets akan diwarnai dengan dua badai dahsyat.  Pertama, super badai Sandy yang ikut menghantam kawasan itu pada Oktober lalu.  Kedua, badai salju Nemo yang hingga kini masih melanda Boston. 

Sebagai orang Asia yang tidak pernah merasakan musim dingin, Irma mengaku sangat kaget melihat dahsyatnya badai salju Nemo.

“Sebenarnya ketika dua hari lalu walikota Boston memperingatkan adanya badai salju dan warga diminta bersiap2, kami masih belum deg-degan. Tapi setelah Gubernur Massachusetts umumkan kondisi darurat, baru panic.  Apalagi melihat toko2 diserbu,” ujar Irma, sambil menambahkan bahwa mereka sempat menambah stok makanan sesuai anjuran.

Mahasiswa lainnya, Riana, sangat khawatir melihat turunnya salju sedemikian cepat hingga kini mencapai sekitar 1,5 meter. Namun ia masih merasa bersyukur karena listrik tidak padam.

“Bedanya dengan badai Sandy yang sempat mengalami pemadaman listrik, tapi badai salju ini tidak. Melihat status media sosial teman-teman di sini banyak yang mati lampu dan sampai hari ini kedinginan karena pemanas tidak bisa menyala. Mereka juga terpaksa hanya mengkonsumsi sereal saja.  Saya sekeluarga, alhamdulillah masih hangat, bisa nonton TV dan mengikuti perkembangan badai dari Internet,” ujarnya.

Hingga Minggu (10/2), status kondisi darurat di Boston masih belum dicabut dan layanan transportasi umum masih belum pulih.

“Hingga hari ini status daruat masih diberlakukan. Larangan berkendara di jalan raya juga masih berlaku. Sebagian layanan kereta api bawah tanah sudah beroperasi, tapi sangat terbatas. Paling dari beberapa jalur hanya satu yang jalan.  Bisa dibilang 80 persen transportasi masih lumpuh,” ujar Irma.

Boston yang dikenal sebagai “kota mahasiswa” di Amerika dihuni oleh sekitar 650 ribu jiwa.  Boston merupakan salah satu kota yang paling parah dilanda badai salju Nemo, yang sejauh ini telah menewaskan sembilan orang.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Backstreet Boys dan Dakota Fanning - VOA Pop News

Backstreet Boys mendapat anugerah Hall of Fame di Hollywood. Debbie Sumual-Patlis menghantarkan liputannya untuk Anda di VOA Pop News kali ini. Simak juga kabar tentang Dakota Fannig dalam masa transisinya dari artis cilik menjadi artis dewasa. Siapa artis yang akan dibahas di Hollywood Highlights kali ini? Klik video ini untuk temukan jawabannya.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Kapal layar-kapal layar balap Pen Duick berlayar di pantai Saint-Quay-Portrieux, Perancis Barat dalam perjalanan dari Roscoff ke Saint-Quay-Portrieux.
  • Delegasi dari Movement for Democratic Change (MDC) termasuk Wakil Presiden Thokosani Khupe (kanan) menari saat upacara pembukaan resmi konfrensi MDC yang akan berkangsung tiga hari di Harare.
  • Dua warga Bangladesh melalui tanda bendera merah peringatan datangnya badai tropis Mahasen di pantai Teluk Benggala di Chittagong, Bangladesh,16 Mei 2013.
  • Pengunjung terlihat melalui instalasi "Resin" dalam pameran  "Kapoor di Berlin" di museum Martin Gropius Bau di Berlin pada tanggal 17 Mei 2013.
  • Para peziarah menunggang kuda-kuda mereka melintasi Sungai Quema dalam perjalanan mereka menuju El Rocio di pedesaan Almonte Provinsi Huelva, Spanyol,16 Mei 2013.
  • Seorang laki-laki Afghanistan mengarahkan anak-anaknya menjauh dari lokasi dimana seseorang telah melakukan serangan bom mobil bunuh diri atas konvoi NATO di Kabul, Afghanistan, 16 Mei 2013.
  • Para peraga busana menampilkan kreasi karya perancang busana Indonesia, Dian Pelangi, dalam acara Festival Busana dan Makanan Jakarta, di Jakarta, Indonesia.
  • Seorang anak mengamati ubur-ubur berenang di dalam sebuah tangki besar di Aquarium Vancouver, British Columbia,16 Mei 2013.
  • Seorang perempuan Korea menuangkan air suci ke sebuah patung Budha kecil untuk memperingati hari kelahiran Budha di Kuil Jogye di Seoul Korea.
  • Gabungan gambar sebuah galaksi memperlihatkan bagaimana tingkat gaya tarik yang terus menerus dari sebuah lubang hitam yang sangat besar bisa dikendalikan untuk menghasilkan daya yang sangat besar (foto: NASA).
  • Seorang pemuda Pakistan tampak mengejar kudanya seiring dengan terbenamnya matahari di pinggiran kota Islamabad, Pakistan.
  • Pemain bisbol dari klub New York Mets, Jordany Valdespin, meluncurkan tubuhnya menyentuh home plate untuk membuat skor dalam  RBI ganda oleh Daniel Murphy selama inning ketiga permainan bisbol melawan St Louis Cardinals di St Louis, 16 Mei 2013.
Lainnya