Kamis, 18 Desember 2014 Waktu: 19:27

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

LSM Inggris: Separuh Produksi Pangan Dunia Jadi Limbah

Hingga separuh dari pangan yang dihasilkan dunia berakhir menjadi limbah, menurut laporan LSM Institution of Mechanical Engineers di Inggris.

Menurut laporan LSM Institution Mechanical Engineers di Inggris, di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika, praktek pertanian yang lebih efisien memastikan pangan yang diproduksi itu dapat lebih banyak mencapai konsumen (foto: dok).
Menurut laporan LSM Institution Mechanical Engineers di Inggris, di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika, praktek pertanian yang lebih efisien memastikan pangan yang diproduksi itu dapat lebih banyak mencapai konsumen (foto: dok).
Henry Ridgewell
Dalam kandang seluas ratusan meter, ribuan ayam menghasilkan telur. Ban berjalan mengumpulkan telur-telur itu langsung ke bagian pengepakan. Telur-telur dari peternakan di wilayah timur Perancis tersebut dikirim ke seluruh Eropa.
 
Industri pertanian menyediakan pangan bagi populasi global yang berkembang. Setiap tahun dunia menghasilkan pangan kira-kira empat miliar ton. Antara sepertiga hingga separuh dari pangan itu berakhir menjadi limbah, menurut laporan LSM Institution Mechanical Engineers di Inggris.
 
LSM itu mengatakan negara-negara Asia Tenggara, misalnya, kehilangan produksi berasnya kira-kira 37-80 persen dari total produksi. Kebanyakan beras yang hilang itu dapat ditelusuri dari bagaimana beras dipanen, disimpan dan diangkut, kata salah seorang penulis laporan itu, Colin Brown.”Pangan selalu akan membusuk, jadi kita harus menjaganya agar tetap kering, tetap dingin, dan harus diangkut dan digunakan sesegera mungkin. Jadi menurut saya jika tidak memiliki infrastruktur, tidak ada kereta api, tidak ada pengiriman, maka akan mengakibatkan kerusakan pangan setiap kali diangkut,” paparnya..
 
Di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika, menurut laporan itu, praktek pertanian yang lebih efisien memastikan pangan yang diproduksi itu dapat lebih banyak mencapai konsumen. Tetapi, laporan itu mengklaim jutaan ton pangan terbuang karena melampaui masa kadaluwarsanya, atau bahkan kadang-kadang karena tidak sampai sama sekali ke rak-rak supermarket.
 
Banyak lembaga bantuan dan yayasan amal menanggapi laporan yang menyoroti besarnya pangan yang terbuang ketika jutaan orang menderita kekurangan gizi.
 
Lembaga bantuan Save the Children mengatakan, ada cukup pangan di dunia untuk memberi makan setiap anak - tetapi masih ada 2,3 juta anak meninggal akibat kelaparan setiap tahunnya.
 
Populasi global diperkirakan akan mencapai puncaknya sebesar 9,5 miliar orang pada tahun 2075. Laporan itu menyimpulkan bahwa mengurangi pemborosan harus menjadi bagian dari rencana untuk memenuhi permintaan kebutuhan pangan dunia.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
17.01.2013 09:39
Tentunya,jika sudah rusak tidak laik dikonsumsi.Lebih dari itu,jangan pula diekspor ke luar negeri,terutama ke negara berkembang,termasuk Indonesia.Apalagi,sistem pengawe tannya kurang baik,dan bahkan bisa membahayakan si pe makan,atau konsumen,walau harganya murah sekalipun. Kita,harap itu tidak terjadi,mengingat banyak ditemui buah dipasaran dengan kualitas kurang baik tapi harga murah. Tidak tahu darimana,asalnya.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook