Sabtu, 30 Agustus 2014 Waktu UTC: 20:15

Berita / Dunia / Timur Tengah

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tinjau Situasi di Suriah

Valerie Amos berada di Suriah untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penderitaan akibat perang saudara di negara itu, yang digambarkannya sebagai "bencana."

Kepala urusan kemanusiaan PBB, Valerie Amos (kiri) menjelaskan maksud kunjungannya ke Suriah di Damaskus hari Minggu, 27/1 (foto: dok).
Kepala urusan kemanusiaan PBB, Valerie Amos (kiri) menjelaskan maksud kunjungannya ke Suriah di Damaskus hari Minggu, 27/1 (foto: dok).
Kepala urusan kemanusiaan PBB Valerie Amos menjelaskan maksud kunjungannya ke Suriah kepada wartawan saat tiba di Damaskus pada hari Minggu (27/1), menjelang pertemuan dengan pekerja bantuan PBB dan pejabat Suriah.

Berbicara di Swiss pekan lalu, dia mengatakan Suriah membayar mahal untuk kegagalan kekuatan dunia dalam menyelesaikan konflik 22 bulan antara pemerintah dan pemberontak yang berusaha mengakhiri pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Menurut PBB, perang saudara itu telah menyebabkan perpindahan internal dua juta orang dan 650.000 mengungsi ke negara-negara tetangga. Badan dunia itu diperkirakan akan mengadakan konferensi donor di Kuwait pada hari Rabu, untuk mengumpulkan dana bagi krisis kemanusiaan Suriah.

Dalam aksi kekerasan terbaru, para aktivis oposisi mengatakan pemerintah dan pasukan pemberontak berperang satu sama lain di sekitar stasiun kereta api Damaskus pada hari Minggu. Katanya pertempuran di distrik Qadam menyebabkan penutupan jalan raya ke kota Daraa di selatan. Tidak ada konfirmasi independen mengenai insiden itu karena Suriah melarang sebagian besar laporan independen di negara ini.

Secara terpisah, pemerintah Suriah mengatakan akan memberikan amnesti kepada tokoh-tokoh oposisi di pengasingan yang kembali ke negara itu untuk berpartisipasi dalam dialog nasional yang diusulkan Presiden Assad sebelumnya bulan ini. Koalisi oposisi Suriah di pengasingan secara konsisten telah menolak untuk berurusan dengan Assad, dan mengatakan ia harus meninggalkan kekuasaan sebelum pembicaraan damai dapat dimulai.

PBB memperkirakan lebih dari 60.000 orang telah tewas sejak pemberontakan Suriah dimulai dengan protes pro-demokrasi pada bulan Maret 2011, sebelum berkembang menjadi perang saudara.

Sementara itu, pemerintah Suriah mengatakan akan memberi amnesti kepada tokoh-tokoh oposisi yang tinggal di luar negeri apabila mereka mau kembali dan ikut dalam dialog nasional yang diusulkan oleh Presiden Bashar al-Assad bulan ini. Tapi para pemimpin oposisi itu secara konsisten menolak berunding dengan Assad, dan mengatakan ia harus mundur dulu sebelum perundingan perdamaian bisa dimulai.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook