Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 04:12

Berita / AS

Jawatan Pos AS Batalkan Rencana Tutup Kantor Pos

Jawatan Pos Amerika (USPS) hari Senin mengatakan pihaknya tidak lagi berencana menutup 600 cabang kantor pos di perkotaan dan pinggiran.

Jawatan pos AS (USPS) membatalkan rencana menutup ratusan cabang kantor pos, tetapi akan mengurangi jam kerja para karyawannya.
Jawatan pos AS (USPS) membatalkan rencana menutup ratusan cabang kantor pos, tetapi akan mengurangi jam kerja para karyawannya.
UKURAN HURUF - +
Berbagai fasilitas kantor pos di berbagai kota itu berfungsi sebagai kantor pos untuk melayani daerah perumahan. USPS tahun lalu mengatakan berencana menutup hingga 252 pusat pemrosesan surat dan 3.700 kantor pos sebagai bagian dari upaya penghematan 6,5 miliar dolar AS per tahun.
 
USPS minggu lalu mengatakan tidak lagi berencana menutup ribuan kantor pos di perdesaan, tetapi akan mengurangi jam kerja para karyawannya. Pengumuman hari Senin, yang diperoleh kantor berita AP, mengatakan 600 cabang tersebut termasuk dalam daftar yang tadinya akan ditutup setelah Selasa.
 
USPS mengatakan jasa pengiriman surat kepayahan dalam era dimana orang beralih ke email dan berbagai bentuk komunikasi elektronik lainnya.

USPS minggu lalu melaporkan kerugian kuartal sebesar 3,2 miliar dollar dan, tanpa tindakan Kongres AS, kantor pos Amerika itu akan terpaksa menyatakan gagal bayar atas utang asuransi kesehatan sebesar 11 miliar dollar yang jatuh tempo musim gugur ini.
 
Senat Amerika menawarkan suntikan dana 11 miliar dollar bulan lalu, tetapi kepala USPS Patrick Donahoe mengatakan dana itu tidak cukup untuk menyelamatkan jasa pos dalam jangka panjang.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Angga dari: Malang
14.05.2012 22:45
iya mungkin di AS tidak ada jasa pembayaran kredit dan rekening bulanan via kantor pos LOL XD

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya