Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:01

Berita / Iptek / Teknologi

Investor Optimis dengan BlackBerry 10, Saham RIM Melonjak

Setelah beberapa kali tertunda, RIM akan meluncurkan versi terbaru smartphone-nya pada awal tahun depan.

Ponsel pintar BlackBerry (kanan) dan saingannya, iPhone produksi Apple (foto: ilustrasi).
Ponsel pintar BlackBerry (kanan) dan saingannya, iPhone produksi Apple (foto: ilustrasi).
UKURAN HURUF - +
Saham perusahaan Kanada, Research in Motion (RIM), melonjak hampir 14 persen hari Jumat karena kalangan investor tampaknya lebih optimistik mengenai peluncuran ponsel pintar BlackBerry 10 pada bulan Februari.

RIM akan merilis versi terbaru dari ponsel pintarnya setelah acara peluncuran 30 Januari, menurut seorang eksekutif perusahaan itu awal bulan ini.

Perusahaan berbasis di Waterloo, Ontario, ini tampaknya mempersiapkan diri untuk peluncuran global bulan Februari, sebulan lebih awal daripada yang banyak diprediksi oleh kalangan analis. Demikian menurut seorang analis National Bank Financial, sebuah bank Kanada.

Saham RIM pada Nasdaq, yang dibuka kembali Jumat setelah pasar tutup pada Kamis karena hari besar Thanksgiving, naik 1,55 dolar, atau 15 persen, menjadi 11,81 dolar sebelum tengah hari.

Lonjakan harga saham RIM terjadi setelah seminggu kenaikan laba yang mantap di tengah pandangan yang lebih positif.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA

Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
 Aktivitas di Facebook