Rabu, 23 April 2014 Waktu UTC: 15:12

Berita / Indonesia

Indonesia-Australia: Masalah Penyadapan Diserahkan ke Kemenlu Kedua Negara

Menteri Pertahanan Indonesia dan Australia sepakat menyerahkan penyelesaian masalah penyadapan kepada Kementerian Luar Negeri kedua negara.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memberikan informasi mengenai hasil pembicaraannya dengan Menhan Australia David Johnstons di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, 8/11/2013.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memberikan informasi mengenai hasil pembicaraannya dengan Menhan Australia David Johnstons di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, 8/11/2013.
UKURAN HURUF - +
— Menhan RI Purnomo Yusgiantoro usai menerima Menhan Australia David Johnston di gedung Kementerian Pertahanan Jumat (8/11) mengaku telah menanyakan langsung soal penyadapan.

Johnston dalam pertemuan itu menjelaskan, bahwa isu penyadapan Indonesia oleh Badan Intelijen Australia (DSD) sudah memasuki ranah makro yang tidak lagi sebatas hubungan bilateral antar Kementerian Pertahanan, namun akan diselesaikan melalui jalur politik luar negeri oleh Kementrian luar negeri kedua negara.

Purnomo menambahkan, apa pun keputusan dari Kemlu terkait isu hubungan diplomatik kedua negara, maka Kemhan tinggal mengikuti saja. Hal itu lantaran penentu keputusan ada di tangan Kemlu.

Sementara itu seputar sistem pertahanan keamanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro memastikan sejauh ini masih dalam kondisi aman.

“Sistem yang kita punya, saya sudah pastikan dari para staf saya, para ahlinya. Sistem di kementrian pertahanan itu aman. Karena sistem kita itu menggunakan sistem pertahanan berlapis, di dalam Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohaneg) kita,” kata Menhan Yusgiantoro.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Sisriadi Iskandar menjelaskan sistem pengamanan pertahanan Indonesia, mengkombinasikan teknologi tinggi dan tradisional.

“Sistem formasi pertahanan kita aman. Karena direduksi dengan alogaritma yang kuat. Sistem kita tertutup tidak terhubung ke luar. Kita menggunakan antara tekhnologi tinggi yang diintegrasikan dengan sistem pengamanan yang paling tradisional. Sehingga kalau misalnya ada orang yang mendapat sinyal (dari informasi) yang kita kirimkan, mereka tidak akan bisa membaca apa yang kita kirimkan. Ini contoh yang paling sederhana; Salah satu pengamanan yang paling tradisional adalah dengan menggunakan sandi, misalnya Morse. Jadi dulu Kepala Sandi Negara kita yang pertama pak Kertopati, setiap mengirimkan berita itu langsung diketik pake Morse lalu di-sandi lagi. Sehingga ketika (ada) orang yang (menyadap) menerima berita itu tidak akan bisa baca isinya,” ungkap Brigjen Sisriadi.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menambahkan agenda pertemuan lainnya kedua menhan adalah untuk mendata kembali kerja sama bidang pertahanan yang pernah diteken. Di antaranya adalah kerja sama trilateral antara Indonesia-Australia-Timor Leste dan Australia-Indonesia-India. Salah satu topiknya adalah soal kerja sama pengelolaan bersama Samudera Hindia.

Konferensi pers dari Menhan Purnomo Yusgiantoro ini, tidak dihadiri oleh Menhan Australia David Johnston yang langsung pergi usai pertemuan.
 
Isu penyadapan muncul beberapa hari belakangan, setelah media Australia Sydney Morning Herald menurunkan berita soal penyadapan Australia dan Amerika Serikat terhadap Indonesia berdasarkan keterangan dari mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.
 
Sydney Morning Herald menyebut ada pos penyadapan di dalam gedung Kedutaan AS dan Australia di Jakarta. Sementara itu, harian Inggris The Guardian menulis bahwa Badan Intelijen Australia sudah menyadap Indonesia sejak tahun 2007 ketika RI menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di Nusa Dua, Bali.
 
Terkait hal ini Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri telah menyatakan protes kerasnya dan meminta penjelasan resmi dari pemerintah Amerika Serikat dan Australia.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: yanto guthul dari: jawa tengah
26.11.2013 10:56
Saya setuju banget dengan pak ALBY....


oleh: sakareak dari: jawa timur
25.11.2013 08:32
Jgn takut indonesia appun resikox qt taggug bersama, karna rakyt mo sllu ad untk mo,

n sadrla pra pjabat q jgn cma mikir dri sndri, ank istrmo prlu kao fkir uag mo tdak akn membrkan kemanan bwat mo, jdi hentkn korupsix bgun indonesiax biar bersatu n bermutu,,,,


oleh: Niswar dari: makassar
16.11.2013 11:48
Buktikan pada mereka kalau negara kita bukan negara cemen yang bisa menerima disadap begitu saja


oleh: petruskarungin dari: jakarta
11.11.2013 01:37
soal sadap menyadap itu sudah biasa, tinggal bagaimana kita membentengi diri supaya tidak disadap..


oleh: permadina kanah arieska dari: jawa timur
10.11.2013 01:22
Indonesia gak bakalan berani lawan tuannya. Indonesia dari dulu pastinya udah tahu disadap. Tapi sama tuannya (Australia dan Amerika), SBY mana bernai? Kalo masalah bunda putri aja, marahnya gak ketulungan, 1000% saya bla bla bla. Giliran kedaulatan Indonesia yang dilecehkan?...mana suaranya


oleh: sasya dari: malang
09.11.2013 07:39
Indonesia sllu mangguk2 dlm kptusan appun. Sdarkh bhw itu adl prmainan mareka dlm mruntuhkn tanah trcnta ne.


oleh: gede gedeArdika dari: bali botanical garden
09.11.2013 05:19
Saya setuju dengan komentar pak alby,,,


oleh: alby dari: surabaya
09.11.2013 00:17
Siap kan saja sdm indonesia buat kedaulatan indonesia yang kuat demi indonesia yang berdaulat jiwa raga kita siap untuk perang melawan mereka. Amerika australia. Betul kata orang tua terdahulu amerika besok.bisa di lihat dengan mata tidak jauh dari indonesia itu artinya kita indonesia akan di jajah oleh mereka sebagai contoh timor leste sudah lepas dari indo dan akan jadi basis amerika australia untuk memudahkan mlawan indonesia. Mana kedaulatan indonesia mana pemimpin yang kuat dan tidak penakut mana?

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook