Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:27

Berita / AS

Departemen Pertahan AS Mulai PHK Ribuan Pegawai Sipil

Departemen Pertahanan Amerika mengatakan akan mulai mem-PHK ribuan pegawai sipil sementara untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan potongan belanja federal.

Deputi menteri pertahanan AS, Ashton Carter mengatakan departemen ini sudah mulai mem-PHK 46 ribu pegawai sementara dan kontrak (Foto: dok).
Deputi menteri pertahanan AS, Ashton Carter mengatakan departemen ini sudah mulai mem-PHK 46 ribu pegawai sementara dan kontrak (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Deputi menteri pertahanan Pentagon, Ashton Carter, mengatakan departemen ini sudah mulai memutuskan hubungan kerja dengan banyak dari 46 ribu pegawai sementara dan kontrak. Ia mengatakan Pentagon juga merencanakan mencutikan staf sipil permanen tertentu dan menunda pemeliharaan senjata dan peralatan militer lainnya.

Pentagon dihadapkan pada potongan belanja bernilai hampir 50 miliar dolar tahun ini kecuali kalau Kongres bisa menyepakati sebuah paket potongan belanja alternatif.  Potongan ini menurut rencana kan mulai berlaku pada 1 Maret.

AP melaporkan Carter mengatakan potongan yang diusulkan akan berpengaruh pada usaha perang di Afghanistan. Gedung Putih mengatakan fihaknya akan mengecualikan misi tempur militer dari potongan anggaran. Tetapi Carter mengatakan, penundaan pemeliharaan senjata dan peralatan militer pada akhirnya akan berpengaruh pada kesiagaan tempur unit-unit militer di Afghanistan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya