Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 20:49

Berita / Dunia

Badan Pengawas Penerbangan AS Larang Terbang Boeing 787 Dreamliner

Badan Penerbangan Federal Amerika (FAA) yang menetapkan standar bagi pengawas penerbangan sedunia, Rabu (15/1) melarang Dreamliner terbang hingga risiko kebakaran baterai dapat diatasi.

Para penumpang pesawat Boeing 787 Dreamliner milik maskapai penerbangan Jepang, ANA, berjalan menjauhi pesawat pasca pendaratan darurat di bandara Takamatsu, Jepang (16/1).
Para penumpang pesawat Boeing 787 Dreamliner milik maskapai penerbangan Jepang, ANA, berjalan menjauhi pesawat pasca pendaratan darurat di bandara Takamatsu, Jepang (16/1).
UKURAN HURUF - +
Maskapai-maskapai di Chili, India dan Eropa menghentikan penerbangan pesawat mereka, menyusul dihentikannya penerbangan Dreamliner di Amerika dan Jepang. Kamis pagi, 39 dari ke-50 pesawat Dreamliner yang beroperasi di seluruh dunia telah dilarang terbang.

Badan-badan pengawas penerbangan di seluruh dunia  telah melarang terbang pesawat penumpang Boeing 787 Dreamliner, setelah peringatan keselamatan dikeluarkan oleh Badan Pengawas Penerbangan Federal Amerika.

FAA, yang menetapkan standar bagi pengawas penerbangan sedunia, hari Rabu (15/1) memperingatkan bahwa pesawat generasi baru itu tidak boleh terbang sampai risiko kebakaran baterai dapat diatasi.

Tindakan itu diambil sehari setelah satu dari pesawat bermesin dua dan berbadan lebar itu terpaksa melakukan pendaratan darurat di Jepang ketika peringatan cockpit memberi indikasi kerusakan baterai dan penumpang mencium sesuatu sedang terbakar.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya