Sabtu, 01 Nopember 2014 Waktu UTC: 08:20

Berita / Dunia / Timur Tengah

Presiden Assad Tawarkan Dialog, Kecam Pemberontak Suriah

Dalam pidato hari Minggu (6/1), Presiden Suriah Bashar al-Assad mencela kekuatan oposisi yang disebutnya sebagai teroris, dan mendesak rakyatnya agar memerangi mereka.

Presiden Suriah Bashar al-Assad memberikan pidato di depan umum di Damaskus yang jarang dilakukan hari Minggu (6/1).
Presiden Suriah Bashar al-Assad memberikan pidato di depan umum di Damaskus yang jarang dilakukan hari Minggu (6/1).
Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan pidato di depan umum yang jarang dilakukan, untuk menegaskan kembali dukungannya mengenai solusi politik bagi perang saudara di negaranya, seraya mencela kekuatan oposisi yang disebutnya sebagai teroris, dan mendesak rakyatnya agar memerangi mereka.

Dalam pidato nasional pertamanya sejak Juni lalu, Assad yang tampil di Gedung Opera Damaskus, hari Minggu, menyampaikan kepada massa pendukung setianya bahwa ia siap mengadakan konferensi rekonsiliasi nasional sebagai bagian dari proses politik yang mengarah pada konstitusi baru dan pemilu. Tetapi, ia mengatakan dialog tersebut tidak akan melibatkan siapapun yang mengkhianati Suriah.

Presiden Assad tampak percaya diri dalam pidatonya selama satu jam, meskipun pemberontakan menentangnya telah berlangsung 22 bulan. Ia mengatakan Suriah berperang dengan musuh-musuhnya dan membantah sedang menghadapi revolusi rakyat.

Assad mengulangi lagi uraiannya mengenai pemberontak yang disebutnya sebagai teroris al-Qaida yang memecah belah negara, serta menuntut agar negara-negara Barat dan kekuatan-kekuatan regional berhenti mendanai dan mempersenjatai mereka. Ia juga mendesak rakyat Suriah agar bersatu mendukung kampanyenya menumpas pergolakan. Presiden Suriah mengabaikan koalisi oposisi Suriah di pengasingan yang pro-pemberontak sebagai boneka negara-negara Barat.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menolak pidato Assad yang disebutnya sangat munafik. Dalam pesan di Twitter-nya, Hague menuduh presiden Suriah itu membuat janji-janji kosong mengenai reformasi, yang tidak bisa mengelabui siapapun. 

Kelompok-kelompok oposisi Suriah di pengasingan telah lama menolak tawaran Assad mengenai konsesi politik yang mereka sebut terlalu sedikit dan sudah terlambat, serta bersikeras agar ia meninggalkan kekuasaan sebagai syarat melakukan pembicaraan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook