Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:10

Berita / AS

AS Gunakan Kekuatan Militer untuk Berantas Perdagangan Narkoba

Pemerintah Amerika menggunakan kekuatan militer untuk memberantas perdagangan narkotika gelap yang masuk ke Amerika Serikat dari Amerika Selatan.

Polisi anti narkoba AS melakukan penggerebekan di bandara San Juan, Puerto Rico dan menahan 33 orang tersangka pelaku perdagangan narkoba tahun lalu (foto: dok).
Polisi anti narkoba AS melakukan penggerebekan di bandara San Juan, Puerto Rico dan menahan 33 orang tersangka pelaku perdagangan narkoba tahun lalu (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Kantor berita Associated Press melaporkan ini adalah kampanye militer anti-narkotik paling mahal, yang telah menghabiskan lebih dari 20 milyar dolar sejak berakhirnya perang dingin.

Tentara Amerika, pesawat-pesawat angkatan udara dan kapal-kapal angkatan laut yang dilengkapi dengan tim-tim anti-narkotik dikerahkan untuk melacak dan menangkap penyelundup narkotika.

Karena cukong-cukong narkotika menggunakan cara-cara canggih untuk menghindari penangkapan, tentara Amerika tidak hanya melatih polisi di berbagai negara Amerika Latin, tapi juga melatih angkatan bersenjata mereka. Amerika juga membangun jaringan radar, menyediakan pesawat terbang, kapal, landasan udara dan tempat-tempat pengisian bahan bakar untuk mencegah masuknya obat bius gelap ke Amerika.

Kata pejabat Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Amerika, penumpasan kartel-kartel narkotika telah menjadi masalah keamanan nasional, karena narkotika gelap memicu timbulnya korupsi, menggerogoti pemerintahan demokratis yang baru muncul dan kemungkinan juga dimanfaatkan untuk mengongkosi kegiatan teroris.

Pemerintah Amerika memberi izin penjualan senjata, termasuk radar, dan fasilitas komunikasi satelit ke sejumlah negara tahun 2011 yang bernilai 2,8 milyar dollar, atau empat kali lebih banyak dari 10 tahun yang lalu.

Tahun lalu hampir sembilan dari tiap 10 dollar yang digunakan untuk usaha penegakan hukum dan bantuan militer di Amerika Selatan, digunakan untuk melawan perdagangan narkotika gelap.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Arwin dari: Indonesia
05.02.2013 02:44
Sangat setuju langkah pemerintah Amerika Serikat ini,banyak generasi muda di Amerika Serikat dan dunia termasuk juga di Indonesia yang tewas sia-sia akibat penyalah gunaan Narkotik(Narkoba),brantas sampai ke dalam lautan.Konon kisahnya kartel narkotik dari Kolombia memiliki kapal selam mini untuk menyeludup Narkotik ke negara lain.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya