Kamis, 26 Mei 2016 Waktu: 11:41

    Berita / AS

    AS Gunakan Kekuatan Militer untuk Berantas Perdagangan Narkoba

    Pemerintah Amerika menggunakan kekuatan militer untuk memberantas perdagangan narkotika gelap yang masuk ke Amerika Serikat dari Amerika Selatan.

    Polisi anti narkoba AS melakukan penggerebekan di bandara San Juan, Puerto Rico dan menahan 33 orang tersangka pelaku perdagangan narkoba tahun lalu (foto: dok).
    Polisi anti narkoba AS melakukan penggerebekan di bandara San Juan, Puerto Rico dan menahan 33 orang tersangka pelaku perdagangan narkoba tahun lalu (foto: dok).
    Kantor berita Associated Press melaporkan ini adalah kampanye militer anti-narkotik paling mahal, yang telah menghabiskan lebih dari 20 milyar dolar sejak berakhirnya perang dingin.

    Tentara Amerika, pesawat-pesawat angkatan udara dan kapal-kapal angkatan laut yang dilengkapi dengan tim-tim anti-narkotik dikerahkan untuk melacak dan menangkap penyelundup narkotika.

    Karena cukong-cukong narkotika menggunakan cara-cara canggih untuk menghindari penangkapan, tentara Amerika tidak hanya melatih polisi di berbagai negara Amerika Latin, tapi juga melatih angkatan bersenjata mereka. Amerika juga membangun jaringan radar, menyediakan pesawat terbang, kapal, landasan udara dan tempat-tempat pengisian bahan bakar untuk mencegah masuknya obat bius gelap ke Amerika.

    Kata pejabat Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Amerika, penumpasan kartel-kartel narkotika telah menjadi masalah keamanan nasional, karena narkotika gelap memicu timbulnya korupsi, menggerogoti pemerintahan demokratis yang baru muncul dan kemungkinan juga dimanfaatkan untuk mengongkosi kegiatan teroris.

    Pemerintah Amerika memberi izin penjualan senjata, termasuk radar, dan fasilitas komunikasi satelit ke sejumlah negara tahun 2011 yang bernilai 2,8 milyar dollar, atau empat kali lebih banyak dari 10 tahun yang lalu.

    Tahun lalu hampir sembilan dari tiap 10 dollar yang digunakan untuk usaha penegakan hukum dan bantuan militer di Amerika Selatan, digunakan untuk melawan perdagangan narkotika gelap.

    Lihat Juga

    Deplu AS Salahkan Clinton karena Gunakan Email Pribadi

    Deplu AS menilai Hillary Clinton dan beberapa Menlu AS sebelumnya salah, karena tidak mengikuti pedoman untuk menghindari resiko keamanan dunia maya. Selengkapnya

    Pemerintah Keluarkan Perppu Pemberatan Hukuman Kekerasan Seksual terhadap Anak

    Mengantisipasi maraknya kekerasan seksual terhadap anak, Presiden Jokowi Rabu siang (25/5) mengeluarkan Perppu baru yang disertai pemberatan hukuman, antara lain kebiri dan pemasangan alat deteksi elektronik. Selengkapnya

    Obama-Abe Bahas Pangkalan Militer AS di Jepang

    Selain berkunjung ke Hiroshima dalam lawatan di Jepang, Presiden Barack Obama juga akan membahas berbagai isu terkait hubungan AS-Jepang, termasuk pangkalan militer AS di sana. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Arwin dari: Indonesia
    05.02.2013 14:44
    Sangat setuju langkah pemerintah Amerika Serikat ini,banyak generasi muda di Amerika Serikat dan dunia termasuk juga di Indonesia yang tewas sia-sia akibat penyalah gunaan Narkotik(Narkoba),brantas sampai ke dalam lautan.Konon kisahnya kartel narkotik dari Kolombia memiliki kapal selam mini untuk menyeludup Narkotik ke negara lain.

    Ikuti Kami