Kamis, 17 April 2014 Waktu UTC: 15:42

Berita / Iptek / Teknologi

Apple Jadi Sasaran Terbaru Peretas di Amerika

Apple telah menjadi perusahaan besar Amerika yang menjadi sasaran terbaru serangan peretas.

Dua orang pengguna komputer Apple tengah menjelajah internet di jeda waktu kongres komunikasi ke-29 yang diadakan sebuah klub komputer di Hamburg (Foto: dok). Apple menjadi sasaran terbaru peretas komputer bulan ini.
Dua orang pengguna komputer Apple tengah menjelajah internet di jeda waktu kongres komunikasi ke-29 yang diadakan sebuah klub komputer di Hamburg (Foto: dok). Apple menjadi sasaran terbaru peretas komputer bulan ini.
UKURAN HURUF - +
Perusahaan komputer yang terkenal karena iPhone, iPad dan iPod, mengatakan sebagian komputer karyawan mereka diserang peretas saat mengunjungi situs internet yang terinfeksi yang digunakan oleh para pengembang piranti lunak, hari Selasa (19/2).

Apple mengatakan tidak ada indikasi adanya pencurian informasi. Perusahaan itu menambahkan virus tersebut sama dengan virus yang menyerang Facebook pekan lalu.

Sumber serangan peretas terhadap Apple dan Facebook belum diketahui. Sebelumnya, Twitter telah diserang bulan ini, begitu pula dengan suratkabar New York Times, Wall Street Journal dan Washington Post. Mereka menuduh peretas tersebut berbasis di Tiongkok.

Sebuah organisasi keamanan Internet yang berbasis di Amerika, Mandiant, hari Selasa (19/2) menuduh pemerintah Tiongkok terlibat langsung dalam serangan peretas erhadap pemerintah, perusahaan dan pra-sarana Amerika.

Mandiant mengatakan para peretas militer Tiongkok yang lihai telah mencuri banyak data dari hampir 150 organisasi, termasuk perusahaan-perusahaan komputer dan bank-bank.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei membantah tuduhan Mandiant. Ia mengatakan melontarkan tuduhan demikian tanpa bukti kuat adalah tidak profesional dan tidak bertanggung-jawab.

Jurubicara gedung Putih Jay Carney tidak mau menanggapi secara langsung laporan Mandiant itu. Tetapi, ia mengatakan pemerintahan Obama telah mengangkat isu pencurian melalui Internet dengan Tiongkok pada tingkat yang paling tinggi.  Para pejabat Amerika berencana mengambil langkah lebih agresif terhadap serangan peretas.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Bisakah AS Mengimbangi 'Diplomasi Gas' Rusia di Eropa?i
X
Nova Poerwadi
17.04.2014
Penuntasan krisis Ukraina dipersulit oleh ketergantungan Ukraina dan negara-negara Uni Eropa kepada gas alam Rusia yang harganya bisa dinaikkan secara sepihak. Bisakah Amerika Serikat mengakhiri dominasi Rusia dengan mengekspor gas ke Eropa?Selengkapnya dilaporkan reporter VOA Nova Poerwadi.
Video

Video Bisakah AS Mengimbangi 'Diplomasi Gas' Rusia di Eropa?

Penuntasan krisis Ukraina dipersulit oleh ketergantungan Ukraina dan negara-negara Uni Eropa kepada gas alam Rusia yang harganya bisa dinaikkan secara sepihak. Bisakah Amerika Serikat mengakhiri dominasi Rusia dengan mengekspor gas ke Eropa?Selengkapnya dilaporkan reporter VOA Nova Poerwadi.
Video

Video Semangat Kartini di Silver Spring Maryland - Liputan Feature VOA 17 April 2014

Hari Kartini tidak hanya mempunyai makna penting bagi warga Indonesia di tanah air, tetapi juga bagi mereka yang jauh di rantau, termasuk warga Indonesia di wilayah Washington DC dan Sekitarnya. Bagaimana suasana peringatan hari Kartini mereka, ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video

Video Kilas VOA 17 April 2014

174 penumpang feri diselamatkan dekat pantai Korea Selatan. Aljazair bersiap-siap mengadakan Pemilu Presiden. Korban bom Boston yang selamat akan ikuti maraton. Warga kota Manaus, Brazil mulai hiasi kota menyambut Piala Dunia.
Video

Video Pemanfaatan Mikroba untuk Pertanian

Baru-baru ini perusahaan pertanian "Monsanto" menyepakati kontrak 300 juta dolar dengan perusahaan bioteknologi "Novozymes" untuk mengembangkan bakteri penyubur akar, yang bisa melipatgandakan produksi secara organic. Selengkapnya ikuti laporan Tim VOA di Washington DC.
Video

Video Google akan Gunakan Pesawat Tak Berawak untuk Sediakan Akses Internet - VOA untuk Dunia Tekno 17 April 2014

Daerah-daerah terpencil di dunia yang tidak terjangkau internet boleh jadi bisa terhubung dengan program baru Google. Google bermisi menyediakan akses internet broadband di tempat-tempat di mana penggunaan internet masih rendah, yang akan dicapainya dengan membeli pesawat tak berawak.
 Aktivitas di Facebook