Ibragim Todashev, 27 tahun, tewas ditembak agen FBI di Orlando (22/5). Todashev diduga terkait dengan pelaku bom marathon Boston, Tamerlan Tsarnaev.
Komisi Kehakiman Senat Amerika menyetujui rancangan undang-undang reformasi imigrasi besar-besaran, dan mengajukannya ke sidang paripurna Senat untuk diperdebatkan.
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan para diplomat tertinggi dari 10 negara lain akan bertemu di Yordania, Rabu (22/5) dalam rangka mewujudkan konferensi perdamaian untuk Suriah.
Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Pemimpin fraksi Republik dalam Senat, Mitch McConnell, bersedia mengakhiri sanksi utama terhadap Burma seusai pertemuannya dengan Presiden Thein Sein, Selasa (21/5).
Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Janet Napolitano bertolak ke Oklahoma untuk menilai usaha-usaha pemulihan di kota Moore, hari Rabu (22/5).
Serangan tordano dahsyat menimpa wilayah perkotaan dekat Oklahoma City di AS mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan terluka. Tornado berkecepatan lebih dari 300 kilometer per jam ini meluluhlantakkan permukiman dan sekolah di wilayah Moore dekat Oklahoma City. Regu penyelamat masih mencari korban selamat yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.
Kepala eksekutif Apple menyatakan perusahaan itu tidak melakukan penghindaran pajak, namun mendesak perombakan aturan pajak AS.
Bahaya tornado meningkat seiring tumbuhnya kota dan jumlah penduduk, serta apa yang para ahli sebut "amnesia bencana."
Suatu daerah rentan terhadap tornado ketika udara dingin kering yang bergerak ke selatan dari Kanada bertemu udara lembab hangat dari Teluk Meksiko.
Pencarian korban tornado di negara bagian Oklahoma hampir tuntas, namun skala kerusakan belum diketahui.
Menlu AS John Kerry telah mengadakan pembicaraan di Oman dalam persinggahannya terbaru dalam lawatan Timur Tengah, Selasa (21/5).
Tim SAR terus mencari korban selamat dan mereka menelusuri di balik reruntuhan setiap gedung di Moore, Oklahoma paling tidak tiga kali.
Wakil menteri perdagangan Burma Pwint San, hari Selasa (21/5) menandatangani perjanjian dengan Wakil Perdagangan Amerika sementara Demetrios Marantis.
Tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban tewas dalam bencana tornadi di kota Moore, Oklahoma, namun sepasang suami isteri asal Indonesia kehilangan rumah mereka di sana.
Di antara bangunan-bangunan rusak yang tak terhitung jumlahnya akibat sapuan tornado dahsyat Senin siang (20/5), terdapat dua sekolah dasar yang sedang dipadati siswa ketika tornado datang.
Warga tuna netra di Amerika ternyata dapat juga menikmati sebuah pertunjukan teater. Seperti yang dilakukan di teater ‘Everyman’, di Baltimore, Maryland. Selain mendengarkan dialog dalam pementasan, teater ini mengadakan tur khusus bagi penonton tuna netra, dimana mereka dapat menyentuh langsung props yang dipakai dan dekorasi panggung, serta mengetahui tata letaknya. Ini membantu imajinasi mereka dalam menghayati kisah yang disampaikan selama pementasan.
Presiden Barack Obama memerintahkan tim manajemen darurat untuk memberi bantuan apapun yang diperlukan oleh para korban tornado atau angin putting beliung di negara bagian Oklahoma.
Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C