Tautan-tautan Akses

AS

Warisan Perang Hantui Hubungan Vietnam dan AS

  • Marianne Brown

Para pejabat AS dan Vietnam menekan tombol penanda dimulainya proyek pembersihan Agent Orange di Da Nang, Vietnam (19/4). (VOA/Marianne Brown)

Para pejabat AS dan Vietnam menekan tombol penanda dimulainya proyek pembersihan Agent Orange di Da Nang, Vietnam (19/4). (VOA/Marianne Brown)

AS dan Vietnam memasuki tahap baru pembersihan senjata kimia militer AS yang mematikan dalam perang Vietnam-Amerika, yaitu Agent Orange.

Pejabat pemerintah Amerika dan Vietnam menghadiri upacara Sabtu (19/4) yang menandai tahap selanjutnya dalam upaya pembersihan Agent Orange – senjata kimia yang digunakan AS --di bekas pangkalan udara Amerika di Vietnam tengah.

Peristiwa ini merefleksikan betapa warisan dari perang Vietnam terus berperan penting dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Sekelompok senator dan anggota kongres Amerika yang berkunjung, berkerumun untuk menekan tombol start raksasa, menandakan tahap baru dalam pembersihan proses apa yang dikenal sebagai warisan paling mematikan dari perang Vietnam-Amerika yaitu Agent Orange.

Agent orange merupakan sejenis pestisida yang disemprotkan militer Amerika untuk menghancurkan hutan yang melindungi pasukan komunis saat itu. Adanya bahan sampingan yang tidak disengaja dan sangat beracun yaitu dioksin, dikaitkan dengan penyakit seperti diabetes, kanker dan cacat lahir.

Salah satu lokasi dari ke 28 titik utama penyebaran dioksin di Vietnam adalah pangkalan udara Da Nang, yang dulu digunakan untuk menyimpan Agent Orange. Proyek bernilai US$84 juta ini bertujuan untuk membersihkan tanah yang terkontaminasi dengan memaparkannya pada suhu tinggi.
Wadah-wadah berisi tanah yang tercemar dioksin di bekas pangkalan udara AS di Da Nang (19/4). (VOA/Marianne Brown)

Wadah-wadah berisi tanah yang tercemar dioksin di bekas pangkalan udara AS di Da Nang (19/4). (VOA/Marianne Brown)

​Senator Patrick Leahy, yang memimpin delegasi kongres mengatakan bahwa proyek ini memiliki empat tujuan.

"Pertama adalah menghilangkan bahaya dari dioksin bagi warga yang tinggal disini. Kedua, untuk menunjukkan bahwa setelah sekian lama, Amerika tidak mengabaikan masalah ini, kami kembali dan berusaha mengatasinya,” ujarnya.

“Ketiga, bahwa kedua negara dapat bekerja sama menangani sebuah masalah yang lebih dari tiga dekade menjadi penghalang menuju hubungan yang lebih baik. Keempat, untuk meningkatkan pelayanan bagi warga difabel terlepas dari apa penyebabnya, termasuk dari yang disebabkan Agent Orange."

Menyembuhkan luka dari perang menjadi isu penting bagi kedua negara sejak hubungan diplomatik dinormalisir hampir dua dekade yang lalu. Proyek pembersihan ini menjadi simbol kemajuan kerjasama antara kedua pemerintah.

Sebuah penelaahan lingkungan sedang dilakukan di bekas pangkalan angkatan udara lainnya di Bien Hoa.

Sementara Amerika terus memberi dana untuk pembersihan Agent Orange dan membantu warga difabel di Vietnam, pemerintah Amerika tidak pernah mengakui bertanggung jawab atas masalah kesehatan yang disebabkan dioksin.

Profesor Carl Thayer dari University of New South Wales di Australia, berkomentar.

"Amerika mencoba menghindar dari kasus kompensasi per individu, dengan berargumen bahwa dasar ilmiahnya tidak jelas, Anda tidak mengetahui genetika orang-orangnya. Itulah yang akan dilakukan pengacara hukum yang baik,” ujarnya.

Pada 2004 sekelompok warga Vietnam menuntut perusahaan kimia yang menghasilkan Agent Orange di Amerika, namun hakim federal menghentikan kasus ini dengan alasan bahwa pemakaian jenis pestisida ini tidak melanggar hukum internasional saat itu.

Sementara proyek pembersihan membuat sejumlah orang melakukan refleksi atas luka karena perang, Wakil Menteri Pertahan Nasional Vietnam Nguyen Chi Vinh mengatakan, ini adalah kesempatan untuk memandang ke masa depan.

Ia mengatakan bahwa ia percaya proyek Agent Orange bukanlah mengenai memperbaiki masalah di masa lalu, namun adalah membuka jalan baru ke masa depan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG