Tautan-tautan Akses

Warga Mesir di Luar Negeri Mulai Protes Soal Konstitusi


Para demonstran anti pemerintah di Alun-Alun Tahrir, Kairo, Mesir. (Foto: AP)

Para demonstran anti pemerintah di Alun-Alun Tahrir, Kairo, Mesir. (Foto: AP)

Warga Mesir di luar negeri khawatir konstitusi baru akan mengikis kebebasan sipil dan hak-hak perempuan.

Warga negara Mesir di luar negeri telah mulai memberikan suara mengenai konstitusi baru negara itu, yang sebagian besar disusun oleh kalangan Islamis dan dikecam oleh kalangan liberal dan sekuler.

Pemberian suara atau referendum di Mesir akan dimulai Sabtu (15/12), dan pihak oposisi telah berusaha untuk mendesakkan penundaan.

Banyak warga Mesir yang sekuler khawatir konstitusi itu akan mengikis kebebasan sipil karena undang-undang dasar itu meningkatkan peran hukum Islam dan tidak menyebutkan soal hak-hak perempuan.

Para legislator Islamis menyetujui dokumen itu bulan lalu setelah para anggota liberal dan Kristen keluar dengan keluhan suara mereka diabaikan.

Pada akhir lawatannya ke Mesir Rabu (12/12), Asisten Menteri Luar Negeri Amerika bidang Demokrasi dan Hak Asasi Michael Posner mengatakan Amerika dan banyak warga Mesir sangat prihatin mengenai isi konstitusi.

Posner mengatakan Washington meyakini konstitusi itu harus mewakili seluruh rakyat Mesir berdasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi universal. Ia juga mengatakan banyak wartawan Mesir yang menyampaikan tentang kegelisahan mengenai masa depan mereka. Ia mengatakan penting sekali bagi para wartawan untuk dapat bekerja di Mesir tanpa gangguan.
XS
SM
MD
LG