Tautan-tautan Akses

Topan Phailin Hantam India, Sedikitnya 5 Tewas


Warga menyaksikan ombak besar di pesisir Teluk Benggala di Vishakhapatnam, India (12/10).

Warga menyaksikan ombak besar di pesisir Teluk Benggala di Vishakhapatnam, India (12/10).

Hampir setengah juta orang telah dievakuasi akibat topan Phailin, yang menurut peramal cuaca merupakan salah satu badai paling hebat dalam sejarah di India.

Sebuah topan dahsyat mengoyak pesisir India, menewaskan sedikitnya lima orang, dan memaksa setengah juta orang mengungsi.

Pemerintah India mulai mengevaluasi kerusakan akibat Topan kuat Phailin, yang mencapai daratan di sepanjang pesisir timur negara itu Sabtu malam (12/10), dengan kecepatan angin lebih dari 200 kilometer per jam.

Situasinya belum jelas hari Minggu (13/10) setelah badai merobohkan tiang-tiang listrik dan jalur komunikasi di distrik-distrik pesisir negara bagian Orissa. Lebih dari 10 juta orang tinggal di jalur badai di Orissa dan negara bagian tetangga Andhra Pradesh.

Sementara kekuatannya berangsur-angsur melemah, Phailin diperkirakan masih akan menyebabkan hujan lebat dan angin kencang sampai Senin malam ketika badai itu bergerak ke arah barat laut menuju daerah pedalaman negara bagian Orissa dan Chhattisgarh.

Para pejabat mengatakan badai itu diketahui telah menewaskan beberapa orang, tetapi evakuasi hampir satu juta orang menjelang topan diyakini telah mencegah banyak kematian.

Kendati demikian, angin kencang memutuskan aliran listrik dan komunikasi, menumbangkan pohon-pohon, merusak rumah-rumah di pesisir dan menghancurkan lahan pertanian.

Dalam penjelasan singkat, Sabtu, Ketua Komisi Manajemen Bencana T. Radha mengatakan pondok-pondok dan bangunan tua di jalur lintas badai itu tidak akan dapat menahan kecepatan angin. Ia juga menambahkan daerah-daerah dataran rendah tampaknya akan terendam banjir.

Pihak berwenang India telah mengevakuasi hampir setengah juta orang dalam persiapan menghadapi topan Phailin, yang menurut peramal cuaca merupakan salah satu badai paling hebat dalam sejarah di India.

Sistem Peringatan Bencana Global PBB dan Uni Eropa pada Jumat mengingatkan bahwa 6,5 juta orang tampaknya akan menghadapi hujan lebat dan angin kencang.

Badai di Teluk Benggala kerap terjadi pada bulan-bulan seperti ini, yang seringkali menimbulkan malapetaka dan menewaskan banyak orang di pesisir India dan Bangladesh. Badai yang menghantam negara bagian Orissa pada 1999 menewaskan sedikitnya 10 ribu orang.

Tetapi Menteri Utama negara bagian Orissa Naveen Patnaik mengatakan mereka sekarang jauh lebih siap menghadapi dan mengatasi badai itu.

Operasi-operasi telah terhenti di pelabuhan besar daerah itu. Pasukan militer disiap-siagakan untuk membantu evakuasi dan melakukan tugas perbaikan akibat badai.
Kapal-kapal Angkatan Laut dikerahkan untuk melakukan tugas penyelamatan.

Pembagian perlengkapan darurat dan bahan makanan telah dilakukan dan para petugas memperbaiki listrik yang padam di mana-mana, saluran komunikasi yang putus dan jalan-jalan kereta api yang rusak akibat banjir.

Wakil Kepala bidang Penanggulangan Bencana Nasional, Marri Shashidhar Reddy mengatakan, mereka menugaskan kira-kira 50 tim penyelamat.

“Para petugas pemerintah negara bagian akan berada di sana dengan bantuan perbekalan, tentara juga akan berada di sana dengan bantuan perlengkapan mereka, akan dilakukan segala usaha, pembersihan dan lain-lain,” ujarnya.

Tetapi ada kekhawatiran bahwa mungkin tidak semua orang bisa meninggalkan daerah yang miskin di negara itu di mana banyak orang tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat dan sering tidak mau meninggalkan hak milik mereka yang sedikit.
XS
SM
MD
LG