Tautan-tautan Akses

Sierra Leone Pulangkan Pasien Terakhir Ebola


Adama Sankoh (tengah, 40 tahun), meninggalkan pusat perawatan ebola "Mateneh" di pinggiran Freetown, Sierra Leone, Senin (24/8).

Adama Sankoh (tengah, 40 tahun), meninggalkan pusat perawatan ebola "Mateneh" di pinggiran Freetown, Sierra Leone, Senin (24/8).

Adama Sankoh meninggalkan pusat perawatan Ebola di pinggiran kota Makeni, Sierra Leone, hari Senin (24/8).

Pejabat-pejabat kesehatan di Sierra Leone memulangkan pasien terakhir Ebola di negara itu dari rumahsakit hari Senin, dan mulai menghitung mundur 42 hari untuk dinyatakan bebas dari virus tersebut.

Adama Sankoh meninggalkan pusat perawatan Ebola di pinggiran kota Makeni setelah menerima hasil negatif dalam tes kedua guna melacak keberadaan virus itu. Staf medis merayakan itu dalam upacara yang dihadiri Presiden Ernest Bai Koroma.

Sankoh, yang putranya meninggal akibat Ebola, berterima kasih kepada staf medis yang merawat anakya selama sakit.

Untuk dinyatakan bebas Ebola, Sierra Leone harus menghitung 42 hari – dua periode masa inkubasi virus - tanpa kasus baru. Liberia dinyatakan bebas Ebola Mei lalu, hanya untuk mengalami kebangkitan singkat kasus itu.

Ebola merebak di Afrika Barat selama lebih 18 bulan, menulari lebih dari 28 ribu orang, sebagian besar di Sierra Leone, Liberia dan Guinea. Sudah lebih 11.200 orang meninggal akibat virus itu, dengan korban tewas di Sierra Leone hampir 4.000.

Ebola menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang tertular. Pejabat-pejabat kesehatan berupaya mengatasi virus itu dengan mengisolasi pasien, memantau orang yang berhubungan dengan mereka, dan melakukan pemakaman yang aman bagi mereka yang tetap bersifat membahayakan setelah mati akibat Ebola.

XS
SM
MD
LG