Tautan-tautan Akses

Serangan Israel Tewaskan Isteri dan Anak Komandan Hamas


Seorang kerabat Mohammed Deif membawa jenazah Ali bin Mohammed Deif (7 bulan) yang tewas dalam serangan udara Israel hari Rabu (20/8).

Seorang kerabat Mohammed Deif membawa jenazah Ali bin Mohammed Deif (7 bulan) yang tewas dalam serangan udara Israel hari Rabu (20/8).

Serangan udara Israel atas rumah komandan militer Hamas Mohammed Deif Rabu (20/8), menewaskan isterinya dan putera Deif yang berusia tujuh bulan.

Israel dan Palestina melangsungkan puluhan serangan terhadap satu sama lain di Jalur Gaza, Rabu, sementara satu serangan udara Israel menewaskan isteri dan anak pemimpin militer Hamas di Gaza.

Israel mengatakan, pihaknya menyerang lebih dari 90 target di kantung Palestina di Laut Tengah itu, di mana satu di antaranya menghancurkan rumah komandan militer Hamas Mohammed Deif. Hamas mengatakan, komandan itu masih hidup, namun serangan itu menewaskan istrinya yang berusia 27 tahun dan puteranya yang berusia tujuh bulan.

Ribuan orang pelayat ikut dalam prosesi pemakaman kedua orang itu dan menyerukan tuntutan pembalasan. Kedua jenazah – yang diselimuti bendera hijau Hamas – diangkut dari masjid ke makam di sebuah kamp pengungsi di Jabaliya.

Seorang anggota Kabinet Israel, Menteri Dalam Negeri Gideon Saar, menyebut Deif sebagai pembantai dan mengatakan bahwa Israel akan menargetnya jika ada peluang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militernya akan melanjutkan ofensif yang meluas hingga “ketertiban dan keamanan” pulih bagi semua warga negaranya.

Hamas memperingatkan maskapai-maskapai penerbangan agar tidak terbang menuju Tel Aviv mulai Kamis. Ketika konflik baru pecah awal Juli lalu, beberapa maskapai penerbangan membatalkan rute kesana setelah serangan roket dekat bandara.

Israel mengatakan Hamas telah menembakkan lebih dari 140 roket ke perbatasan sejak runtuhnya gencatan senjata hari Selasa dan pertempuran kembali pecah. Tidak satupun serangan itu mengakibatkan korban cedera.

Pihak berwenang medis Palestina melaporkan setidaknya 20 orang di Gaza tewas akibat serangan udara Israel yang terbaru, menjadikan korban tewas di pihak Palestina hampir 2.050 orang. Israel mengatakan 64 tentara dan tiga warga sipilnya telah tewas.

Sempat ada gencatan senjata selama 10 hari selagi para juru runding Palestina dan Israel bernegosiasi tidak langsung di Kairo untuk mencapai gencatan jangka panjang.

Tetapi negosiasi itu gagal menyepakati tuntutan Palestina agar Israel mencabut blokadenya atas Gaza dan permintaan Israel agar Hamas meletakkan senjata.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG