Tautan-tautan Akses

Sekolah Eksperimen Silicon Valley Tidak Ada Tingkatan, Tidak Ada PR

  • Elizabeth Lee

Khan Lab School

Silicon Valley dikenal dengan perusahaan teknologi inovatif dan perusahaan rintisan. Kawasan ini juga merupakan tempat kelahiran SD dan SMP swasta yang tidak menggunakan konsep pendidikan tradisional. Khan Lab School memetik pengalaman dari masa lalu untuk mencari cara belajar mengajar baru untuk mempersiapkan para siswa menghadapi masa depan.

Mishal Junaid, 12 tahun, berada di sekolah lebih lama dibandingkan pegawai kantor pada umumnya. Tapi dia sangat menikmatinya.

"Setiap saya bangun pagi, saya selalu semangat untuk pergi ke sekolah. Tidak seperti sekolah saya sebelumnya, dulu saya selalu ingin tidur dan tidak mau ke sekolah," ujarnya.

Ini cukup mengejutkan orangtuanya, Junaid Qurashi.

"Saya sampai heran kok anak-anak setiap pulang sekolah selalu bahagia. Apakah mereka benar-benar mempelajari sesuatu?" katanya.

Junaid dan teman-teman sekolahnya, usia 5 sampai 15 tahun, mengenyam pendidikan di sekolah eksperimental Khan Lab School. Sekolah itu buka dari pukul 8:30 pagi sampai 6 sore, tidak ada tingkatan dan tidak ada PR.

Seorang siswa bernama Holly Thompson menjelaskan, "Kami boleh memilih apa yang ingin dipelajari. Jadi bukan hanya guru memberi lembaran kerja dan menyuruh kami mengerjakan. Kami bisa membuat daftar yang ingin dicapai sendiri; dan ada jadwalnya. Kami juga mengikuti pelajaran di berbagai macam kelas berbeda."

Sekolah itu adalah gagasan dari Salman Khan. Dia adalah pendiri Khan Academy yang terkenal dengan video-video edukasi gratis yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia. Khan mengatakan dia memulai Khan Lab School karena menganggap sistem pendidikan sekarang ini kurang baik dan ingin menciptakan model pembelajaran lebih efektif.

"Saya melihat arah masa depan dengan melihat masa lalu. Ada banyak manfaat dari sekolah satu ruangan yang mungkin sekarang masih ada di beberapa wilayah pedesaan, dimana para siswa dari beragam usia berkumpul dalam satu kelas. Manfaatnya adalah siswa yang lebih tua bisa mengemban tanggung jawab dan memberi bimbingan kepada yang lebih muda. Siswa lebih muda dapat panduan dari lebih banyak orang, yaitu guru dan siswa lain," jelasnya

Khan mengatakan para siswa juga mempelajari mata pelajaran sesuai kemampuan masing-masing lewat video dan mendapat lebih banyak perhatian dari guru lewat dialog langsung daripada memberi pelajaran di depan kelas. Mereka juga belajar dengan melakukan proyek.

Para pendidik di sekolah itu mengatakan cara belajar seperti ini lebih efektif untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. [vm/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG