Tautan-tautan Akses

Saudi Minta Bantuan Sekutu Afrika dalam Krisis Teluk Persia


Brigjen Ahmed al-Assiri, seorang penasihat militer Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Brigjen Ahmed al-Assiri, seorang penasihat militer Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Dalam setahun terakhir mereka membangun koalisi kemitraan Afrika untuk membantu menyingkirkan pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar negara itu termasuk ibukota Sana’a.

Arab Saudi tampaknya bermaksud untuk membangun aliansi di kawasan Tanduk Afrika, dimana penyelundupan senjata dan narkoba, kegiatan bajak laut, dan aksi teror mengancam pelayaran di jalur laut tersibuk dunia itu.

Ini tampak jelas dalam intervensi Arab Saudi di Yaman. Dalam setahun terakhir mereka membangun koalisi kemitraan Afrika untuk membantu menyingkirkan pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar negara itu termasuk ibukota, Sana’a.

Eritrea memainkan peran penting meskipun secara teknis tidak menjadi bagian koalisi 12 negara pimpinan Arab Saudi. Eritrea mengijinkan Uni Emirat Arab menggunakan pangkalan udara dan pusat logistik di kota pelabuhan Assab. Kedua negara juga berbagi informasi intelijen.

“Perdamaian dan stabilitas di Tanduk Afrika sangat penting bagi kita,” kata Brigjen Ahmed al-Assiri, seorang penasihat militer Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam wawancara dengan VOA.

“Itulah sebabnya kami berkoordinasi dengan Eritrea, Djibouti, Ethiopia, Somalia dan pemerintah Yaman serta Sudan, untuk memastikan bahwa daerah ini aman untuk mencegah kejahatan lintas batas. [my/ii]

XS
SM
MD
LG