Tautan-tautan Akses

Satelit Salah Orbit Akibat Kesalahan Roket SpaceX


Peluncuran roket SpaceX Falcon 9 di Florida. (Foto: NASA)
Peluncuran roket SpaceX Falcon 9 di Florida. (Foto: NASA)

Akibat mesin mati, sebuah satelit komunikasi yang terbang sebagai muatan sekunder dari roket SpaceX dikirim ke orbit yang salah.

Sebuah prototipe satelit komunikasi yang terbang sebagai muatan sekunder dari roket Space Exploration Technologies Falcon 9 dikirim ke orbit yang salah karena masalah selama peluncuran pada Minggu malam (7/10), menurut pihak berwenang pada Selasa.

Salah satu dari sembilan mesin Merlin yang menggerakkan roket Falcon 9 tersebut mati lebih awal, meskipun mesin lainnya bekerja lebih lama untuk mengkompensasi kurangnya daya dorong, menyelamatkan misi utama untuk mengirim kapsul kargo Dragon ke Stasiun Antariksa International NASA.

Roket itu diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida, memperbaiki pasokan AS kepada pos terluar orbital senilai US$100 juta, yang merupakan proyek 15 negara, menyusul berakhirnya program pesawat ulang alik tahun lalu.

Kapsul Dragon tersebut dijadwalkan sampai di stasiun luar angkasa, yang berada sekitar 250 mil di atas bumi, pada Rabu ini.

Space Exploration Technologies (SpaceX) mengatakan bahwa roket ini, yang dibuat oleh pengusaha Internet Elon Musk dan timnya, dapat kehilangan dua mesin namun masih bisa mencapai orbit yang direncanakan.

“Seperti Saturn 5 (roket bulan) dan pesawat penerbangan modern, Falcon 9 dirancang untuk menghadapi situasi tanpa mesin seraya masih menyelesaikan misinya. Tidak ada roket lain yang sedang ada di luar angkasa saat ini yang memiliki kemampuan yang sama,” ujar pihak SpaceX, yang dimiliki sektor swasta, dalam pernyataan tertulis.

Namun fleksibilitas seperti itu tidak membantu perusahaan penyedia komunikasi satelit Orbcomm, yang memiliki prototipe satelit komunikasi yang terbang bersama Falcon 9.
Satelit tersebut ditempatkan di orbit yang lebih rendah dari seharusnya, ujar Orbcomm dalam pernyataan tertulis.

Perusahaan tersebut menolak memberikan informasi yang lebih detil, namun Jonathan's Space Report, sebuah situs yang melacak peluncuran ke luar angkasa, mengatakan satelit itu ada di orbit antara 126 mil sampai 200 mil dari Bumi, padahal seharusnya antara 217 sampai 466 mil dari bumi.

Orbcomm mengatakan mereka sedang menentukan apakah satelit tersebut dapat menggunakan sistem pendorong untuk menaikkan orbitnya. (Reuters/Irene Klotz)
XS
SM
MD
LG