Tautan-tautan Akses

Sanders, Trump Menang di West Virginia


Kandidat Capres AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders dalam kampanye di Heritage Hall, Lexington, Kentucky, 4 Mei 2016 (Foto: dok).

Kandidat Capres AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders dalam kampanye di Heritage Hall, Lexington, Kentucky, 4 Mei 2016 (Foto: dok).

Senator Vermont Bernie Sanders memenangkan 51 persen suara dan Clinton mendapatkan 36 persen suara di West Virginia. Sementara Donald Trump dengan mudah memenangkan pemilihan pendahuluan hari Selasa di West Virginia dan di Nebraska.

Senator Vermont Senator Bernie Sanders memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di West Virginia, sehingga menambah sedikit jumlah delegasi. Sementara itu dia sekali lagi berjanji untuk bersaing melawan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton sampai babak terakhir.

Sementara Donald Trump, satu-satunya kandidat yang masih bertahan di Partai Republik dengan mudah memenangkan pemilihan pendahuluan di West Virginia dan Nebraska.

Senator Vermont Bernie Sanders memenangkan 51 persen suara dan Clinton mendapatkan 36 persen suara di West Virginia. Sementara Donald Trump dengan mudar memenangkan pemilihan pendahuluan hari Selasa di West Virginia dan di Nebraska. Kubo Trump mengeluarkan pernyataan yang menyebut dua kemenangan itu sebagai “kehormatan besar” dan mengatakan Trump berharap dia akan meaning lagi di kedua negara bagian itu dalam pemilihan umum bulan November.

Kepada para pendukungnya hari Selasa malam Sanders mengatakan dari negara bagian Oregon di ujung barat daratan Amerika bahwa dia akan terus bersaing untuk memperebutkan setiap suara sampai pemungutan terakhir.

“Pesan kami kepada para delegasi Demokrat yang akan berkumpul di Philadelphia adalah walaupun kita mungkin memiliki banyak perbedaan pendapat dengan mantan Menlu Hillary Clinton, ada satu hal yang kita sepakati dan itu adalah kita harus mengalahkan Donald Trump," kata Sanders.

Walaupun kalah, Hillary Clinton tetap unggul atas Sanders dalam jumlah delegasi keseluruhan dari 2383 delegasi yang diperlukan untuk meraih nominasi Partai Demokrat dalam konvensi partai bulan Juli di Philadelphia.

Hillary Clinton memiliki rencana bernilai $30 miliar untuk mendiversifikasi ekonomi kota-kota tambang batubara di Amerika. Para pemilih di negara bagian West Virginia, terbesar kedua dalam produksi batubara di Amerika, rupanya tidak peduli dengan rencana itu.

Mantan menteri luar negeri itu kalah dalam pemilihan pendahuluan di negara bagian itu hari Selasa sementara pengusaha Donald Trump melaju dan meraih kemenangan dalam pemungutan suara Partai Republik. Trump, yang berjanji akan membuka kembali lapangan kerja sektor tambang batubara di negara bagian itu mendapat dukungan hampir dua kali lipat jumlah pemilih secara keseluruhan dibandingkan dengan jumlah pendukung Clinton dalam persaingan melawan Senator Vermont Bernie Sanders.

Patrick Hickey, asisten profesor ilmu politik di West Virginia University, mengatakan kepada VOA hasilnya akan serupa pada bulan November. Dia memperkirakan Trump akan mendapat dukungan terkuatnya di West Virginia dibandingkan dengan di 49 negara bagian lainnya di Amerika.

Jajak pendapat pemilih setelah mereka memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan hari Selasa menunjukkan kepedulian utama adalah masalah ekonomi.

“Secara umum kami telah kehilangan banyak pekerjaan tambang batubara. Jadi saya kira orang sudah muak dengan keseluruhan sistem yang ada dan mereka merasa sistem ini menjebak mereka. Saya kira itu adalah yang sesungguhnya merupakan akar daya tarik terhadap Trump maupun Sanders,” kata Patrick Hickey.

Baik kandidat Demokrat maupun Republik, kemungkinan besar Clinton dan Trump, akan menghabiskan banyak waktu dalam enam bulan ke depan untuk menarik dukungan 42 persen warga Amerika yang menurut jajak pendapat Gallup Januari lalu mengidentifikasi diri mereka sebagai pemilih independen.

Beberapa negara bagian mengizinkan pemilih independen ikut ambil bagian dalam proses pemilihan pendahuluan, tetapi sebagian besar pemilihan pendahuluan sejauh ini hanya melibatkan warga yang terdaftar sebagai anggota Partai Demokrat atau Partai Republik.

"Satu hal yang saya kira sangat penting dibedakan ketika kita menyongsong potensi persaingan Trump-Clinton pada bulan November adalah bahwa pemilih Partai Republik sangat berbeda dengan pemilih dalam pemilihan umum,” kata Hickey. “Jadi saya kira apa yang menjadi kekuatan Trump untuk memenangkan nominasi akan menjadi kelemahannya dalam pemilu November mendatang,” imbuhnya.

Sama tidak terduganya dengan kenaikan pamor popularitas Trump menuju nominasi Partai Republik selama ini, Hickey mengatakan bahwa ia menduga pemilu nasional tidak akan jauh berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya secara historis karena faktor demografi pemilih. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG