Tautan-tautan Akses

AS

Putaran Baru Perundingan Nuklir Iran Membawa Harapan

  • Scott Stearns

Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam acara yang diselenggarakan Masyarakat Asia dan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York (26/9/2013). Dibawah kepemimpinan Rouhani, perundingan nuklir Iran membawa harapan baru.

Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam acara yang diselenggarakan Masyarakat Asia dan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York (26/9/2013). Dibawah kepemimpinan Rouhani, perundingan nuklir Iran membawa harapan baru.

Menteri Luar Negeri Iran pekan depan akan mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil P5+1 yaitu Amerika, Rusia, Inggris, China, Prancis dan Jerman di Jenewa. Terdapat harapan bagi putaran baru perundingan terkait program nuklir Iran.

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan tentang nuklir pertama dan utama sejak pemilu yang dimenangkan Presiden Hassan Rouhani dan komitmen yang disampaikannya untuk menyelesaikan kebuntuan tentang program nuklir Iran.

“Saya pastikan kembali bahwa – dari pihak Iran – kali ini benar-benar 100% akan tercapai kesepakatan tentang isu nuklir dalam waktu sangat singkat,” kata Presiden Rouhani.

Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai, demi masyarakat sipil. Tetapi pihak Barat dan Israel yakin Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Selasa mengatakan perundingan di Jenewa akan menentukan tujuan Iran.

“Jika mereka benar-benar ingin mencapai perdamaian, saya yakin ada jalan menuju kesana,” kata Menlu Amerika John Kerry.

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan mereka terdorong oleh “niat dan semangat” pemerintah Rouhani. Mantan Duta Besar Amerika Adam Ereli mengatakan presiden baru itu melek teknologi.

“Ia memahami pemerhatinya dengan sangat baik. Pemerhatinya jelas warga Amerika dan para pengambil kebijakan di Amerika. Ia tampil sebagai seorang moderat. Ia tampil sebagai seseorang yang terbuka dan siap berkompromi. Ia tampil sebagai nafas segar,” papar Adam Ereli.

Tetapi Israel mengatakan ini saatnya apakah Iran ingin menunjukkan hal itu sehingga dapat mengembangkan senjata nuklir. Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev mengatakan.

“Keprihatinan kami adalah janji-janji dan niat baik Iran sebenarnya adalah isapan jempol – untuk menutup-nutupi berlanjutnya program nuklir yang agresif . Faktanya? Israel akan mencermati apa yang dilakukan Iran, bukan apa yang dikatakannya,” tegas Regev.

Israel mengatakan pihaknya berhak menyerang Iran untuk mencegah negara itu mengembangkan senjata nuklir.

Seluruh hal ini menjadi alasan untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden Hassan Rouhani – ujar Adam Ereli – tetapi sebuah kesepakatan yang komprehensif.

“Jika kami melihat adanya keenganan, jika kami melihat upaya kotor, jika kami melihat upaya untuk menanyakan atau membuat isu ini menjadi ruwet, maka kami tahu bahwa hal ini hanya lagu dan tidak ada substansinya,” ujar Ereli.

Amerika mengatakan sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga Iran mengambil “langkah-langkah konkrit dan dapat diverifikasi” untuk mematuhi kewajiban internasionalnya”.
XS
SM
MD
LG