Tautan-tautan Akses

PM Israel akan Bicara dengan Presiden Trump tentang Timur Tengah


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 22 Januari 2017.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 22 Januari 2017.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan hari Minggu (22/1) ia akan berbicara hari ini dengan Presiden baru Amerika Donald Trump. Pembicaraan telepon itu akan menjadi yang pertama antara kedua pemimpin dunia sejak pelantikan Trump.

Netanyahu mengatakan dalam rapat Kabinet ia berencana untuk membicarakan keadaan Israel-Palestina, Suriah dan ancaman Iran.

Trump telah menjanjikan dukungan kuat bagi Israel dalam kampanyenya dan mengatakan ia akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, walaupun status kota itu masih disengketakan.

Juga hari Minggu, Israel menyetujui izin bangunan bagi lebih dari 550 unit perumahan dalam 3 pemukiman Yerusalem Timur.

Wakil Walikota Meir Turgeman, ketua komite perencanaan dan pembangunan setempat, mengatakan kepada Radio Israel persetujuan izin itu telah macet sampai berakhirnya pemerintahan Barack Obama di Amerika Serikat.

Obama mengecam kegiatan pemukiman, demikian juga pemerintahan-pemerintahan Amerika sebelumnya.

Amerika baru-baru ini sangat mengecewakan Netanyahu karena Amerika abstain dalam pemungutan suara mengenai resolusi PBB yang menyerukan pengakhiran pembangunan rumah-rumah Israel di daerah pendudukan. Dengan abstainnya Amerika, Dewan Keamanan PBB dapat menyetujui resolusi itu dengan suara 14 – 0.

Lebih dari 500 ribu orang warga Israel tinggal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat dalam pemukiman-pemukiman yang dipandang sebagian besar negara-negara lain ilegal. Pemerintahan Obama menyebutnya “tidak sah.”

Dengan alasan hubungannya dengan Al Kitab dan keprihatinan keamanan modern, Israel mengklaim seluruh Yerusalem dan Tepi Barat, wilayah yang direbutnya pada waktu Perang 6-Hari tahun 1967. [gp]

XS
SM
MD
LG