Tautan-tautan Akses

Perundingan Ukraina Sepakati Rencana Redakan Konflik


Menlu AS John Kerry (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di sela-sela pertemuan di Jenewa, Swiss hari Kamis (17/4).

Menlu AS John Kerry (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di sela-sela pertemuan di Jenewa, Swiss hari Kamis (17/4).

Dalam pertemuan di Jenewa (17/4), para Menlu Ukraina, Rusia, Uni Eropa, dan Amerika telah menyepakati serangkaian langkah untuk meredakan konflik di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan diplomat-diplomat dari Ukraina, Rusia, Uni Eropa, dan Amerika telah menyepakati serangkaian langkah untuk meredakan konflik di Ukraina.

John Kerry berbicara hari Kamis (17/4) di Jenewa setelah pembicaraan antara keempat pihak itu selama berjam-jam. Ia mengatakan beberapa langkah yang disepakati adalah perlucutan senjata bagi semua kelompok bersenjata ilegal dan pemberian pengampunan bagi semua pengunjuk rasa yang secara sukarela mengosongkan gedung yang diduduki, kecuali orang-orang yang bersalah karena melanggar hukum.

Pengamat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa, sudah berkunjung ke Ukraina, dan akan terlibat dalam pemberlakukan langkah-langkah untuk meredakan konflik tersebut.

John Kerry memperingatkan, bagaimanapun, sejauh ini rencana tersebut hanya "pernyataan di atas kertas" dan keberhasilannya akan bergantung pada bagaimana pelaksanaannya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara secara terpisah setelah perundingan itu. Ia mengatakan, empat pihak akan berusaha melakukan sebuah dialog nasional yang luas untuk menjamin perlindungan hak-hak warga Ukraina.

Menlu John Kerry bertemu secara terpisah dengan Sergei Lavrov, menteri luar negeri Ukraina Andrii Deshchytsia, dan Catherine Ashton dari Uni Eropa sebelum pertemuan kelompok itu dimulai.

Berbicara di Gedung Putih, Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia berharap Rusia akan menghormati kesepakatan itu. Tapi ia juga mengatakan mengingat praktek-praktek masa lalu, tidak ada jaminan kalau Rusia akan bekerja sama. Ia mengatakan, pemerintahnya terus mengadakan pembicaraan dengan sekutu Eropa tentang kemungkinan sanksi baru jika Rusia mengingkari kesepakatan ini.

Sementara itu, NATO mengirim beberapa kapal angkatan laut ke Laut Baltik untuk meningkatkan keamanan sekutu di Eropa timur dalam menanggapi krisis Ukraina.

Komando Maritim NATO hari Kamis mengatakan, pihaknya mengirim empat kapal penyapu ranjau dan kapal pendukung ke Laut Baltik. Kapal-kapal itu berasal dari Norwegia, Belanda, Belgia dan Estonia.

NATO mengatakan pihaknya tidak bermaksud untuk meningkatkan situasi ketegangan di Ukraina, melainkan untuk "menunjukkan solidaritas" dan langkah menyiagakan NATO.

NATO telah menegaskan tidak ingin terlibat secara militer di Ukraina, yang bukan anggota NATO.
XS
SM
MD
LG