Tautan-tautan Akses

AS

Perancis Tolak Permohonan Suaka Snowden


Para demonstran memegang poster-poster dalam unjuk rasa mendukung mantan kontraktor intelijen AS Edward Snowden di Berlin (4/7). Tulisan di poster bertuliskan "Tempat penampungan di Jerman untuk Edward Snowden". (Reuters/Tobias Schwarz)

Para demonstran memegang poster-poster dalam unjuk rasa mendukung mantan kontraktor intelijen AS Edward Snowden di Berlin (4/7). Tulisan di poster bertuliskan "Tempat penampungan di Jerman untuk Edward Snowden". (Reuters/Tobias Schwarz)

Perancis menolak permohonan suaka buronan mantan kontraktor intelijen Amerika Edward Snowden.

Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Perancis pada Kamis (4/7) menyebutkan, "Mengingat analisis hukum dan situasi pihak yang berkepentingan, Perancis tidak akan menyetujui" permohonan mantan kontraktor intelijen Amerika Edward Snowden.

Sementara itu, ada tanda-tanda Snowden menjadi tamu yang semakin tidak diinginkan setelah menghabiskan 11 hari terakhir dalam wilayah transit Bandara Sheremetyevo di Moskow.

Kantor berita Reuters melaporkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Kamis mengatakan, Snowden "perlu memilih tempat untuk pergi." Pernyataannya mengikuti komentar Presiden Vladimir Putin, yang mendesak Snowden agar meninggalkan tempat itu secepat ia bisa.

Pengungkapan Snowden tentang pengumpulan intelijen Amerika memicu laporan bahwa program pengintaian Amerika juga ditujukan kepada sekutu Amerika di Eropa dan Uni Eropa.

Setelah keluhan oleh sejumlah pemimpin Eropa, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Barack Obama sepakat mengadakan pertemuan mengenai program pengintaian itu. Merkel pada Kamis mengatakan ia percaya keprihatinan Jerman ditanggapi serius, dan ia berharap pembicaraan mendatang akan menghasilkan jawaban.
XS
SM
MD
LG