Tautan-tautan Akses

Perancis Marah, Meksiko Penjarakan Perempuan Perancis


Florence Cassez (kiri) dan pacarnya, Israel Vallarta saat ditangkap oleh polisi Meksiko di pinggiran Mexico City (foto: dok.)

Florence Cassez (kiri) dan pacarnya, Israel Vallarta saat ditangkap oleh polisi Meksiko di pinggiran Mexico City (foto: dok.)

Perancis marah setelah polisi Meksiko mengaku telah mengatur seperti sandiwara penggrebekan atas warga Perancis Florence Cassez.

Perancis menanggapi dengan marah keputusan pengadilan Meksiko untuk tetap menahan seorang perempuan Perancis atas tuduhan penculikan yang dibantah perempuan itu.

Menteri Luar Negeri Perancis Michele Alliot-Marie menyebut keputusan itu memuakkan dan mengatakan itu dapat mempengaruhi hubungan antara kedua negara.

Florence Cassez ditangkap tahun 2005, serta pacarnya warga Meksiko, di sebuah rumah peristirahatan di mana 3 orang, termasuk seorang anak perempuan, disandera. Dia didapati bersalah melakukan penculikan dan semula dihukum 95 tahun penjara, tetapi hukumannya dikurangi menjadi 60 tahun.

Pengadilan Meksiko hari Kamis menolak argumentasi pengacaranya bahwa kasus itu telah dirusak oleh liputan media.

Kasus tersebut menimbulkan pertentangan setelah polisi mengaku mengatur seperti sandiwara penggrebekan rumah tersebut untuk direkam kamera. Dalam gambar-gambar televisi, polisi tampak seolah-olah menolong sandera dan menangkap para tertuduh penculik, termasuk Cassez, padahal penangkapan sebenarnya dilakukan sehari sebelumnya di luar rumah peristirahatan itu.

Pengadilan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa liputan media tidak mempengaruhi keputusan pengadilan dan bahwa Cassez sebelumnya telah terbukti bersalah.

XS
SM
MD
LG