Tautan-tautan Akses

SARS dan Flu Babi Dikhawatirkan Mewabah Lagi


Seseorang mendapatkan vaksin H1N1 di sebuah stasiun kereta di Meksiko, Januari 2012. Wabah flu H1N1muncul lagi di Meksiko awal tahun ini.

Seseorang mendapatkan vaksin H1N1 di sebuah stasiun kereta di Meksiko, Januari 2012. Wabah flu H1N1muncul lagi di Meksiko awal tahun ini.

Dalam sepuluh tahun terakhir, dua pandemi telah mengkhawatirkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia, yaitu infeksi saluran pernapasan dikenal sebagai SARS dan virus flu babi yang dikenal sebagai H1N1.

Kasus H1N1 masih terus bermunculan secara sporadis. Seiring meningkatnya ancaman potensial lainnya, termasuk virus flu H5N1 atau flu burung, pejabat kesehatan internasional mengambil tindakan untuk mencegah pandemi baru. Virus influenza H1N1 menginfeksi sekitar 61 juta orang semasa pandemi tahun 2009. Dave Cornwell adalah salah satunya.

"Saya mengalami demam, pegal-pegal, seperti gejala flu. Dan ketika saya berada di ruang gawat darurat selama beberapa jam, seseorang datang dan mengatakan ini sepertinya flu babi,”ungkap Dave.

H1N1 - yang juga dikenal sebagai flu babi - menewaskan sekitar 18.000 orang di seluruh dunia. Penyakit yang dimulai pada bulan April 2009 di Amerika Utara itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Tujuh tahun sebelumnya, ada wabah Sindrom Saluran Pernapasan Akut Berat atau SARS, yang berasal dari Asia Timur.

"Ada sekitar 8.000 kasus SARS pada tahun 2002-2003, meskipun parah tapi tidak meluas. Dan H1N1 tidak parah, tapi tersebar luas di seluruh dunia," papar Dr. Kevin De Cock , direktur Pusat Kesehatan Global pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia.

Ia menambahkan, "Kita tidak bisa selalu bergantung pada tingkat keparahan dan penyebarannya. Kita siap, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja."

Dr. Isabelle Nuttall adalah seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa. Dia mengatakan banyak kemajuan telah dicapai dalam mempersiapkan diri menghadapi epidemi lain, tapi belum cukup, terlepas dari komitmen untuk siap menghadapi wabah serius pada tahun 2012.

“Negara-negara yang berkomitmen untuk berusaha menerapkan sistem pengawasan, harus memiliki laboratorium, harus bisa melaporkan dan menyampaikan informasi kepada penduduk mereka, serta memiliki upaya pencegahan penyebaran penyakit,” kata Dr. Isabelle Nuttall.

Wabah umum di seluruh dunia. Dr. De Cock pada CDC mengatakan orang harus waspada, tapi jangan terlalu khawatir, dan dia merujuk pada virus H5N1 atau flu burung, sebagai contohnya.

Awal tahun ini, wabah flu di Meksiko membuat orang berduyun-duyun antri secara massal untuk mendapatkan vaksinasi. Sembilan puluh persen dari 1600 kasus flu yang dilaporkan berasal dari virus H1N1, yang juga telah meningkat di barat laut India.

WHO telah menyiapkan Jaringan Kewaspadaan dan Penanggulangan Wabah Global dan di kantor pusatnya di Jenewa, di Pusat Operasi Kesehatan. Di fasilitas berteknologi tinggi itu para ahli dari segala bidang medis secara rutin berkumpul untuk memantau dan menganalisis data terbaru tentang wabah penyakit global – siap bertindak bila terjadi epidemic berikutnya.
XS
SM
MD
LG