Tautan-tautan Akses

Penumpasan Berlanjut, Amerika Perluas Sanksi terhadap Suriah


Suasana mencekam terasa di seluruh penjuru Suriah, dengan tank-tank militer berpatroli di jalanan kota-kota negara ini.

Suasana mencekam terasa di seluruh penjuru Suriah, dengan tank-tank militer berpatroli di jalanan kota-kota negara ini.

Sanksi berupa pembekuan aset dan larangan untuk melakukan bisnis karena pemerintah Suriah dinilai terus-menerus meneror rakyatnya.

Amerika memperluas sanksi terhadap Suriah karena pemerintah terus melakukan penumpasan terhadap pembangkang. Aset-aset yang baru dibekukan dan larangan interaksi bisnis mencakup Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem, penasihat presiden Bouthaina Shaaban, dan Duta Besar Suriah untuk Lebanon, Ali Abdul Karim Ali.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, Selasa (30/8), ketiganya menjadi sasaran karena berperan dalam menyebarkan apa yang disebut "pemerintahan teror" yang diberlakukan Presiden Bashar al-Assad terhadap rakyatnya.

Pemerintah Suriah menuding sebagian besar kekerasan di negara tersebut dilakukan oleh kawanan bersenjata dan teroris.

Amnesty International mengatakan, Selasa (30/8), yakin setidaknya 88 orang, termasuk 10 anak, meninggal dalam tahanan selama lima bulan pemberontakan anti-pemerintah. Organisasi HAM tersebut menambahkan 52 di antara mereka menderita beberapa bentuk penyiksaan yang mungkin ikut menyebabkan kematian mereka. Sebelum pemberontakan, peneliti organisasi HAM tersebut biasanya mencatat sekitar lima kematian per tahun dalam tahanan.

Pada hari yang sama, aktivis mengatakan tentara Suriah menewaskan setidaknya tujuh orang yang keluar dari masjid seusai sholat Idul Fitri. Pertumpahan darah terjadi, Selasa, pada awal perayaan Idul Fitri di provinsi Daraa, kota Homs dan ibukota Suriah, Damaskus. Aktivis mengatakan aksi protes yang menuntut mundurnya Assad semakin sering sejak tumbangnya mantan pemimpin Libya Moammar Gaddafi.

XS
SM
MD
LG