Tautan-tautan Akses

Pengajian Anak-anak Muslim Indonesia di San Francisco


Selain mendengarkan cerita bertema Islami, anak-anak juga diajak melakukan aktivitas menggambar, prakarya seni, dan berlatih bernyanyi shalawat nabi.

Setiap bulan, anak-anak Muslim Indonesia di daerah pantai San Francisco menghadiri pengajian bulanan yang dikelola oleh kelompok pengajian San Francisco Bay Area. Nafia yang baru berusia 8 tahun adalah salah satu dari anak-anak tersebut.

Menurut Nafia, di kelompok pengajian anak-anak itu, ia sering mengerjakan prakarya, dan berlatih musik. “Saya suka bermain dengan drum,” tambahnya.

Pengajian anak-anak ini dibentuk agar anak-anak memiliki kegiatan sementara orangtua mereka mendengarkan ceramah di pengajian komunitas Muslim Indonesia di daerah tersebut.

Koordinator pengajian anak-anak ini adalah Pianti Martakusumah, ibu rumah tangga yang sudah tinggal di San Francisco sejak tahun 2006 dan mulai aktif menjadi pengajar di kelompok pengajian anak-anak ini sejak tiga tahun yang lalu. Bersama ibu-ibu yang lain, ia membuat berbagai kegiatan yang menarik bagi anak-anak, sambil mengajarkan pengetahuan agama Islam.

Salah satu kegiatan yang sering mereka adakan adalah membacakan cerita yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bagaimana persiapan Ramadan dan mengapa harus berpuasa.

“Dalam rangka bulan Ramadan, saya membacakan cerita ‘Under the Ramadan Moon’ kepada anak-anak,” tambah perempuan yang akrab disapa dengan Pia ini.

Selain mendengarkan cerita bertema Islami, anak-anak juga diajak melakukan aktivitas menggambar, prakarya seni, dan berlatih bernyanyi shalawat nabi.

“Baru-baru ini, kita beli marawis, alat musik gendang. Jadi kita sedang rajin berlatih melantunkan shalawat Nabi,” kata Pia lagi.

Nayla, salah satu murid pengajian mengatakan ia sangat menyukai kegiatan pengajian karena ia bisa bermain dengan teman-teman dan bersenang-senang.

Pengajian anak-anak yang dilakukan sebulan sekali ini bertujuan agar orang tua dan anaknya sama-sama mendapatkan siraman rohani.

Pia menambahkan, “Karena di sini kami semua adalah perantauan, anggota pengajian ini sudah kami anggap sebagai saudara sendiri. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, anak-anak bisa saling mengingatkan untuk menjadi muslimin dan muslimah yang baik.”

XS
SM
MD
LG