Tautan-tautan Akses

Pengadilan Australia Perintahkan Pegawai Qantas Hentikan Aksi Mogok


Salah satu penumpang Qantas memandangi pengumuman penerbangan di Bandara Internasional Sydney, Minggu (30/10). Qantas membatalkan semua penerbangan mulai Sabtu karena aksi mogok para pekerjanya.

Salah satu penumpang Qantas memandangi pengumuman penerbangan di Bandara Internasional Sydney, Minggu (30/10). Qantas membatalkan semua penerbangan mulai Sabtu karena aksi mogok para pekerjanya.

Keputusan pengadilan dikeluarkan kurang dari dua hari setelah Qantas terpaksa menghentikan semua penerbangannya akibat aksi mogok ini.

Pengadilan perburuhan Australia memerintahkan para pekerja serikat buruh perusahaan penerbangan Australia, Qantas, untuk menghentikan aksi mogok mereka dan kembali ke meja perundingan.

Keputusan pengadilan dikeluarkan Minggu pagi, kurang dari dua hari setelah Qantas terpaksa menghentikan semua penerbangannya karena pemogokan para buruh dan pekerja yang minta kenaikan gaji dan syarat-syarat kerja yang lebih baik.

Penghentian penerbangan itu mengakibatkan puluhan ribu penumpang terlantar di seluruh dunia. Serikat buruh yang mogok itu beranggotakan pilot, insinyur, petugas bagasi, petugas darat dan petugas catering.

Kata pengadilan, Qantas dan ketiga serikat buruh yang terlibat diberi waktu 21 hari untuk mencapai suatu perjanjian atau akan menghadapi keputusan pengadilan arbitrasi yang mengikat.

Penerbangan Qantas diharapkan akan dimulai lagi hari Senin. Kata kepala Qantas Alan Joyce hari Minggu, perusahaan itu akan mati perlahan-lahan apabila pemogokan terus berlangsung.///

XS
SM
MD
LG