Tautan-tautan Akses

Penataan Kota yang Baik Harus Diikuti Penataan Transportasi

  • Petrus Riski

Delegasi peserta Prepcom 3 UN Habitat III di Surabaya memberikan keterangan pers mengenai pentingnya memasukkan isu transportasi untuk mendukung penataan kota.

Delegasi peserta Prepcom 3 UN Habitat III di Surabaya memberikan keterangan pers mengenai pentingnya memasukkan isu transportasi untuk mendukung penataan kota.

Selain urbanisasi, masalah perkotaan yang perlu mendapat perhatian adalah transportasi. Transportasi yang ramah lingkungan penting dalam perencanaan dan penataan kota untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

New Urban Agenda atau agenda baru perkotaan yang akan dibawa dalam konferensi UN Habitat III di Quito, Ekuador pada Oktober mendatang, diharapkan mengakomodasi berbagai permasalahan yang dihadapi perkotaan, sehingga dapat menjadi acuan dalam mengatasi masalah perkotaan.

Menurut Cornie Huizenga, Sekjen Kemitraan Transportasi Rendah Karbon Berkelanjutan (SLoCaT), persoalan rendahnya kualitas udara di perkotaan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, untuk mewujudkan permukiman yang sehat.

“Agenda baru perkotaan adalah untuk periode 20 tahun kedepan, dapat harus dilihat berapa banyak dampak dari perubahan itu selama 20 tahun terakhir. Kami pikir diperlukan target yang jelas dan apa yang harus diselesaikan," kata Huizenga. "Di daerah lain, kami berpikir bahwa agenda baru perkotaan relatif lemah, yaitu mengenai kualitas udara perkotaan. Kita tahu bahwa banyak kota termasuk kota di Indonesia, kualitas udaranya tidak baik.”

Huizenga menambahkan, pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan moda transportasi massal yang baik, masih belum menjadi kebutuhan mendesak dalam agenda baru perkotaan. Sehingga perlu dipikirkan untuk memasukkan isu transportasi, sebagai salah satu faktor penting penataan kota yang berkelanjutan.

“Secara umum kami gembira dan berharap pada agenda baru perkotaan, transportasi menjadi hal penting dalam hal teknologi di agenda baru perkotaan. Tapi kita tidak di puas dengan agenda baru perkotaan yang tidak membicarakan mengenai arah dari transportasi, sebagai sesuatu yang mendesak untuk dilakukan perubahan. Perlu mengatur ulang target yang dimiliki, terlepas itu berhasil atau tidak," ujarnya.

Penasehat Teknis Dirjen Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim Bank Pembangunan Asia, Tyrrell Duncan mengatakan, dukungan untuk mewujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan siap diberikan oleh lembaga keuangan dunia maupun nasional, melalui penyediaan transportasi massal yang memanfaatkan energi ramah lingkungan.

“Dalam hal energi ini diarahkan menuju energi bersih, yang mendapat dukungan dari Bank Pembangunan Nasional dan lembaga keuangan lainnya. Dana bank pemerintah itu juga telah menghasilkan pertanian yang luas, selain digunakan untuk membangun kapasitas masyarakat dan aparat pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, untuk membuat proyek percontohan maupun proyek baru dalam hal energi bersih,” kata Duncan.

Kristie Daniel, Program Director, Livable Cities, Health Bridge menegaskan, transportasi sehat di sebuah kota merupakan jembatan penting untuk mewujudkan masyarakat kota yang sehat.

“Komponen kunci suatu pembangunan berkelanjutan adalah kesehatan masyarakat. Mewujudkan kota yang sehat berarti menciptakan lingkungan dengan orang-orang yang sehat. Dan transportasi yang sehat adalah salah satu jalan untuk mewujudkannya,” ucapnya.

XS
SM
MD
LG