Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB: Pembicaraan Israel-Palestina, Kesempatan bagi Perdamaian


Benjamin Netanyahu dan Mahmoud Abbas akan bertemu tatap muka di Washington, bersama para pemimpin Mesir dan Yordania.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, pembicaraan mendatang di Washington antara Israel dan Palestina merupakan kesempatan bagi perdamaian yang “jangan disia-siakan”

Dalam pembicaraan langsung untuk pertama kalinya dalam 20 bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan bertemu tatap muka di Washington, bersama para pemimpin Mesir dan Yordania, awal bulan depan.

Para pejabat Palestina menyatakan akan mengundurkan diri dari pembicaraan itu kalau Israel terus melanjutkan kegiatan pembangunan permukiman. Ketua perunding Palestina Saeb Erekat mengatakan, masa depan perundingan itu terletak pada apakah Israel memutuskan akan melanjutkan pembangunan permukiman. Moratorium kegiatan pembangunan perumahan itu akan berakhir masa berlakunya 26 September.

Netanyahu telah menyatakan menentang adanya pra-syarat bagi pembicaraan tersebut.

Para pejabat Amerika mengatakan, tujuan akhir pembicaraan itu adalah untuk menciptakan sebuah negara Palestina dan diharapkan perundingan itu dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun. Menteri Clinton:

Clinton mengatakan, “tidak diragukan bahwa kita akan menghadapi hambatan. Musuh perdamaian akan terus berusaha mengalahkan kita dan menggagalkan pembicaraan itu. Tetapi semua pihak diminta tetap tabah, bergerak maju bahkan meskipun mengalami kesulitan, dan terus berusaha mencapai perdamaian yang adil dan langgeng di kawasan itu”.

Golongan Hamas Palestina militan, yang memerintah Jalur Gaza, tidak turut dalam perundingan tersebut, dan telah mengecam pembicaraan itu.

XS
SM
MD
LG