Tautan-tautan Akses

Pemberontak M23 dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo Kembali Bentrok


Pasukan Kongo (FARDC) bersiap menghadapi pemberontak M23 di Kibati, luar wilayah Goma, Republik Demokratik Kongo, 30 Agustus 2013 (Foto: dok).

Pasukan Kongo (FARDC) bersiap menghadapi pemberontak M23 di Kibati, luar wilayah Goma, Republik Demokratik Kongo, 30 Agustus 2013 (Foto: dok).

Bentrokan kembali pecah antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak di Republik Demokratik Kongo, hanya beberapa hari setelah pembicaraan perdamaian ditunda.

Pertempuran baru hari Jumat berkobar antara pasukan pemerintah dan pemberontak di Republik Demokratik Kongo, hanya beberapa hari setelah pembicaraan perdamaian dihentikan. Misi PBB di Kongo melaporkan kedua pihak bentrok di sekitar Kimbumba, 15 kilometers utara kota Goma. Dikatakan, mortir dan senapan mesin digunakan dan bahwa sudah 5000 warga melintasi perbatasan masuk ke Rwanda untuk menyelamatkan diri dari bentrokan itu.

Dutabesar Rwanda untuk PBB mengatakan kerusuhan itu sudah berdampak ke Rwanda. Dalam wawancara dengan VOA, ia mengatakan, negaranya tidak akan terus menerus menolerir kerusuhan di perbatasan.

Militer Kongo dan kelompok pemberontak M23 saling menuduh pihak lain lebih dulu melancarkan serangan.

Tentara yang tergabung dalam misi PBB di Kongo, disebut MONUSCO, diberitakan bersiaga, siap turut campur jika perlu. Jurubicara PBB Martin Nesirky mengatakan MONUSCO telah melakukan pengintaian udara terhadap daerah itu.

Pembicaraan perdamaian tingkat pejabat tinggi di Uganda antara pemerintah dan kelompok M23 terhenti hari Senin, setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan mengenai amnesti bagi pemberontak dan reintegrasi mereka ke dalam angkatan bersenjata.

M23 terdiri atas pejuang pemberontak yang bergabung dalam militer Kongo berdasarkan kesepakatan perdamaian tahun 2009 tetapi kemudian membelot, dengan alasan mereka diperlakukan buruk dan pemerintah tidak memenuhi kesepakatan itu.
XS
SM
MD
LG