Tautan-tautan Akses

Pembasmian Nyamuk Malaria dengan DDT di Uganda Kontroversial

  • Michael Onyiego

Dua orang anak Afrika yang menderita malaria dirawat di sebuah rumah sakit. Di Uganda utara, risiko tertular malaria paling tinggi di dunia.

Dua orang anak Afrika yang menderita malaria dirawat di sebuah rumah sakit. Di Uganda utara, risiko tertular malaria paling tinggi di dunia.

Selagi Uganda berupaya membasmi malaria, negara itu terlibat dalam perdebatan mengenai penggunaan pestisida seperti DDT di kawasan di mana penyakit malaria merebak.

Di wilayah Apac, Uganda utara, risiko terkena malaria adalah yang tertinggi di dunia. Nyamuk di wilayah ini sangat besar kemungkinannya menularkan penyakit itu dibandingkan di tempat-tempat lain. Begitu juga, di wilayah-wilayah lain di sekitar Apac.

Malaria adalah pembunuh nomor satu anak balita di Afrika. Memberantas malaria di wilayah-wilayah ini merupakan tantangan bagi Uganda, sehingga negara itu menggunakan pestisida DDT yang kontroversial.

Bahan kimia itu digunakan luas di Amerika dan Eropa selama paruh pertama abad ke-20 dan berhasil memberantas malaria di wilayah itu. Tetapi, sejak itu DDT dilarang di kedua wilayah itu setelah adanya penelitian yang mengaitkan penggunaan DDT dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk diabetes dan kanker.

Namun, Dokter Myers Lugemwa, pejabat Departemen Kesehatan Uganda menjelaskan bahwa penggunaan DDT adalah satu-satunya pemecahan yang praktis untuk kasus di Uganda utara.

Hampir semua nyamuk di Uganda utara membawa malaria.

Hampir semua nyamuk di Uganda utara membawa malaria.

Ia mengatakan, “Hampir semua nyamuk di wilayah itu membawa malaria. Kami menggunakan DDT di sana dan setelah beberapa minggu jumlah penderita malaria berkurang. Secara keseluruhan, penderita malaria di Apac berkurang 40 persen. Di wilayah sekitarnya berkurang 50 persen.”

Tetapi tidak semua penduduk Apac dan Oyam senang, karena kedua wilayah itu adalah penghasil produk pertanian organik untuk ekspor ke Eropa. Dengan adanya penyemprotan DDT, banyak perusahaan makanan organik berhenti membeli produk dari wilayah itu.

Dokter Lugemwa mengatakan bahwa penggunaan DDT yang lebih murah akan ditingkatkan kembali apabila resistansi nyamuk terhadap malaria menurun. Karena laporan keberhasilan DDT dalam memberantas malaria di wilayah Apac dan Oyam, nampaknya keprihatinan para petani organik dikalahkan oleh upaya pemberantasan malaria.

XS
SM
MD
LG