Tautan-tautan Akses

PBB Tetapkan Tanggal 10 November Sebagai Hari Malala


Malala Yousufzai, pelajar perempuan Pakistan yang ditembak Taliban bulan lalu, membaca kartu yang diterimanya di rumah sakit Ratu Elizabeth di Birmingham (8/11). PBB telah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Malala untuk menghormati perjuangannya atas hak pendidikan untuk perempuan.

Malala Yousufzai, pelajar perempuan Pakistan yang ditembak Taliban bulan lalu, membaca kartu yang diterimanya di rumah sakit Ratu Elizabeth di Birmingham (8/11). PBB telah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Malala untuk menghormati perjuangannya atas hak pendidikan untuk perempuan.

PBB telah menetapkan 10 November sebagai hari Malala untuk menghormati remaja perempuan Pakistan, Malala Yousafzai, yang ditembak oleh Taliban bulan lalu.

Malala Yousafzai, remaja Pakistan berusia 15 tahun, dijadikan sasaran penembakan oleh kelompok pemberontak karena menggalakkan hak perempuan untuk mengenyam pendidikan sekolah dan menyatakan menentang kelompok militan secara terbuka.

Namun, sementara dunia merayakan hari Malala, Sabtu (10/11), laporan kantor berita Perancis mengatakan kekhawatiran terkait keamanan di Mingora, tempat asal Malala, telah menyebabkan teman-teman sekelas Malala tidak bisa memperingatinya secara terbuka.

Malala tengah menjalani perawatan dan pemulihan di sebuah rumah sakit di Inggris, dimana dokter mengatakan ia diperkirakan akan sembuh seperti sediakala.

Mantan perdana menteri Inggris Gordon Brown berada di Pakistan Sabtu (10/11) untuk menyerahkan sebuah petisi dengan satu juta tanda tangan yang menyerukan agar Pakistan mengupayakan pendidikan jadi kenyataan bagi semua anak-anak Pakistan. Brown direncanakan akan menyerahkan petisi tersebut kepada Presiden Asif Zardari.
XS
SM
MD
LG