Tautan-tautan Akses

'Hari Kebahagiaan Internasional:' Dari Himalaya ke Seluruh Dunia

  • Faiza Elmasry

Negara Bhutan yang mengusulkan agar PBB memperingati 'Hari Kebahagiaan Internasional' (foto: ilustrasi warga Bhutan).

Negara Bhutan yang mengusulkan agar PBB memperingati 'Hari Kebahagiaan Internasional' (foto: ilustrasi warga Bhutan).

Tahun 2012, negara kecil di Himalaya, Bhutan, membujuk Majelis Umum PBB untuk menetapkan "International Day of Happiness" yang kemudian disetujui untuk tanggal 20 Maret.

Di Kerajaan Bhutan, ukuran kualitas hidup dinyatakan dalam GNH (Gross National Happiness). Pada tahun 2012, negara kecil di Himalaya ini membujuk Majelis Umum PBB untuk menetapkan International Day of Happiness. Ini adalah kesempatan resmi untuk mempertimbangkan apa yang membuat kita bahagia.

Emosi sangat penting untuk kesejahteraan kita, terbukti dengan pandangan para pendiri Amerika bahwa upaya mengejar kebahagiaan adalah hak yang diberikan Tuhan.

Apakah kebahagiaan itu? Kita tahu ketika kita merasakannya, tetapi tidak ada cara sederhana untuk mendefinisikannya, demikian kata Joseph Panetta, juru bicara majalah Live Happy. Namun, tambahnya, kebahagiaan punya komponen tertentu.

"Komponen itu termasuk hubungan yang positif, pandangan yang positif, terlibat dengan komunitas dan peristiwa di sekitar kita serta makna. Mungkin makna adalah yang paling penting. Ketika seseorang merasa bahwa apa yang mereka lakukan benar-benar bermakna yang lebih besar dari diri mereka sendiri, mereka menuai perasaan yang jauh lebih positif karena melakukannya," kata Panetta.

Merasa bahagia, kata Panetta, sangat penting bagi kesehatan. Ia menambahkan, "Kita tahu dari perspektif ilmiah bahwa manusia cenderung melakukan yang terbaik ketika mereka bahagia. Orang dengan pola pikir positif dan optimistis memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, mereka menetapkan dan mencapai tujuan yang lebih agresif, kurang mengalami stres. Mereka lebih bersemangat. Mereka juga pulih dari penyakit lebih cepat dan hidup lebih lama."

Pembuat filem Adam Shell setuju. Dia menganggap dirinya manusia bahagia. "Saya selalu punya standar yang tinggi untuk kebahagiaan dan pilihan dasar saya berpangkal pada senang dan puas. Saya suka tertawa dan bagi saya itu salah satu prioritas dalam hidup," ungkapnya.

Shell telah berkeliling Amerika mencari orang yang sungguh-sungguh bahagia untuk mengisi filem dokumenternya, Pursuing Happiness.
"Yang kami lakukan adalah merangkul setiap orang yang kami kenal dalam perjalanan itu dan menanyakan “Siapa orang paling bahagia yang Anda kenal?” Dan kami mendapat jawaban yang menakjubkan," kata Shell.

Mereka menemukan lebih dari 360 orang yang bahagia. "Kami telah mewawancarai orang berusia 90-an, bahkan ada seorang perempuan berusia 104. Kami juga mewawancarai orang berusia dua tahun, belum fasih berbicara tetapi memiliki perspektif tentang kebahagiaan, dan berbagai usia di antaranya."

Menurut Shell, orang-orang itu tidak membiarkan tantangan hidup merampok kebahagiaan mereka. Katanya orang bukan bahagia karena sukses tapi mereka bisa sukses karena bahagia.

Jangan lupa, kebahagiaan itu menular dan kita harus merayakannya setiap hari, bukan hanya pada tanggal 20 Maret, untuk menandai Hari Kebahagiaan Internasional.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG