Tautan-tautan Akses

Pasar Rumah AS Tampaknya Mulai Bangkit dari Krisis


Di beberapa kota AS, permintaan akan rumah baru mengalami kenaikan, didorong harga rumah yang masih rendah.

Di beberapa kota AS, permintaan akan rumah baru mengalami kenaikan, didorong harga rumah yang masih rendah.

Permintaan rumah di beberapa kota naik mendekati musim semi, yang biasanya merupakan saat warga AS untuk mencari rumah.

Resesi besar melanda Amerika selama satu setengah tahun. Resesi ini dimulai pada bulan Desember 2007. Saat itu hampir tujuh dari sepuluh warga Amerika memiliki rumah. Ini merupakan rekor tertinggi. Jumlah itu termasuk warga Amerika keturunan Afrika dan Hispanik. Kebijakan-kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kepemilikan rumah di Amerika, termasuk upaya khusus untuk membantu kelompok-kelompok miskin, menjadi faktor pendorongnya.

Ketika tingkat kepemilikan rumah tinggi, harga rumah pun tinggi. Harga rumah melambung, karena terlalu banyak pinjaman baru dan cara-cara berisiko untuk mendanai penjualan. Bank-bank tidak lagi khawatir akan risiko KPR rumah yang tidak bisa dilunasi. Mereka dengan mudah menjual KPR itu kepada para investor.

Harga rumah mencapai titik tertinggi tahun 2006. Krisis yang menyusul menyebar ke perekonomian. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab krisis keuangan yang menggoncang dunia tahun 2008.

Hari Senin ini Biro Sensus Amerika menerbitkan laporan terakhir tentang tingkat kepemilikan rumah. Dalam laporan terakhirnya bulan November lalu tampak tingkat kepemilikan rumah jatuh dari 69 persen menjadi 67 persen.

Realty Trac adalah sebuah perusahaan yang mengamati penyitaan dan pengambilalihan rumah oleh bank. Realty Trac mengatakan lebih dari tiga juta warga Amerika kehilangan rumah mereka lewat cara ini sejak tahun 2006. Diperkirakan, lebih dari tiga juta penyitaan lainnya masih akan berlangsung.

Para pencari kerja di biro informasi pekerjaan di Las Vegas, Nevada. Pemulihan ekonomi AS berjalan lamban akibat tingginya angka pengangguran.

Para pencari kerja di biro informasi pekerjaan di Las Vegas, Nevada. Pemulihan ekonomi AS berjalan lamban akibat tingginya angka pengangguran.

Resesi berakhir pada bulan Juni 2009. Masalahnya sekarang adalah pemulihan yang lamban akibat hilangnya jutaan pekerjaan. Secara keseluruhan, sekitar empat persen pemilik rumah di Amerika saat ini terkena penyitaan rumah sekitar empat kali dari tingkat normal.

Bagi sejumlah orang situasi sulit ini dapat menjadi peluang baik. Harga rumah dan tingkat bunga pinjaman saat ini lebih rendah daripada sebelumnya.

Musim semi biasanya merupakan saat bagi warga Amerika untuk mulai mencari rumah. Para agen perumahan berharap musim semi tahun ini akan lebih sibuk.

Di beberapa kota harga rumah mulai naik, suatu tanda tumbuhnya permintaan. Greg McBride adalah seorang pakar real-estat dan analis keuangan senior pada Bankrate.com. Ia mengatakan saat ini bisa jadi merupakan saat yang tepat untuk membeli rumah. "Khususnya di pasar perumahan yang paling terpukul, harga turun hingga lebih dari 50 persen. Jadi kita punya kesempatan bagus. Rumah baru kadang-kadang dijual dengan harga yang berselisih tipis dari biaya pembangunan. Harga mungkin masih akan turun sedikit lagi. Saya kira kita harus melihat harga semakin terjangkau dan tidak usah terlalu memprihatinkan harga yang termurah," tambahnya.

Peter Schiff - Kepala Euro Pacific Capital, sebuah perusahaan investasi - merupakan salah satu orang yang percaya harga rumah belum sepenuhnya mencapai tingkat terendah. Ia mengatakan, "Banyak sekali orang yang kini menanti naiknya harga real-estat dan mengatakan 'oh, harganya sudah mencapai yang terendah dan sekarang sektor perumahan akan mulai naik'. Saya hanya ingin menunjukkan betapa tidak tepatnya asumsi itu, karena harga rumah masih terlalu tinggi."

Jadi apa yang disarankan Peter Schiff bagi keluarga atau teman-teman yang menanyakan kepadanya tentang membli rumah saat ini?

Schiff menjawab, "Jika kita bisa memberi uang muka yang sangat sedikit dan mengunci tingkat bunga terendah, dan mempertimbangkan berapa lama kita berencana tinggal di rumah itu, dan berapa harga sewa untuk rumah serupa atau yang sama dengan yang kita miliki, bagi banyak orang membeli rumah jadi masuk akal. Tapi, jangan melihat ini sebagai investasi. Ini hanyalah sesuatu yang masuk akal untuk kita saat ini."

Greg McBride setuju bahwa membeli rumah mungkin masuk akal selama orang tidak mengharapkan keuntungan investasi jangka pendeknya.

XS
SM
MD
LG