Tautan-tautan Akses

Pameran Peranan Selimut Perca dalam Sejarah AS


Pameran selimut perca atau quilt pertama kali ditampilkan di Washington.

Pembuatan selimut perca atau yang dikenal dengan quilt di Amerika telah menjadi bagian penting dalam kehidupan dan budaya Amerika. Pameran baru di Washington, berjudul “Work by Hand; Hidden Labor and Historical Quilts” mengajak pengunjung melihat 35 quilt bersejarah yang dipinjamkan dari koleksi seni dekoratif Museum Brooklyn yang terkenal.

Harta karun budaya

Salah satu quilt yang mendapatkan tempat utama di pameran tersebut adalah kreasi yang didekorasi dengan simbol patriotik Amerika berupa elang dari sekitar tahun 1830.

Pembuatnya, Elizabeth Welsh, menggunakan teknik yang rumit yang disebut reverse appliqué di mana sebuah desain dipotong dari layer atas selimut perca untuk menampilkan bagian appliqué bawah. Pola bersejarah tersebut memberikan inspirasi sebuah paket quilt populer bernama "American Eagle" sebelum Bicentennial nasional pada tahun 1976.

Quilt Tumbling Blocks karya Victoria Royall Broadhead menampilkan desain abstrak berwarna-warni dan pola unik dalam sutra dan beludru, yang membuatnya memenangkan lomba-lomba bergengsi di beberapa pekan raya negara bagian pada tahun 1860an.
Quilt "Tumbling Blocks" karya Victoria Royall Broadhead yang membuatnya memenangkan lomba-lomba bergengsi di beberapa pekan raya negara bagian pada tahun 1860an. (J. Taboh/VOA)

Quilt "Tumbling Blocks" karya Victoria Royall Broadhead yang membuatnya memenangkan lomba-lomba bergengsi di beberapa pekan raya negara bagian pada tahun 1860an. (J. Taboh/VOA)

​Mereka adalah salah satu di antara 35 quilts yang bersejarah yang sekarang dipamerkan di National Museum of Women in the Arts di Washington.

Kurator Virginia Treanor mengatakan pameran tersebut memberikan kesempatan untuk menyaksikan koleksi langka quilt yang indah, dan mengamati bagaimana quilt dilihat dan dianggap oleh warga Amerika selama lebih dari 150 tahun.

“Kita tahu bahwa tradisi quilt ada di seluruh dunia,” ujarnya. “Tapi dalam budaya Amerika dan sejarah Amerika, quilt telah menjadi simbol Amerika…dan ini adalah bagian yang digarisbawahi oleh pameran ini.”

Perempuan membuat quilt, kata Treanor, karena berbagai alasan.

“Mempelajari jahit-menjahit dalam sejarah Amerika adalah kebutuhan mutlak bagi perempuan,” katanya. “Anda harus belajar bagaimana menggunakan jarum dan benang, Anda harus bisa membuat baju, bagaimana menjahit seprai…jadi ini merupakan pendidikan untuk anak perempuan dan perempuan dalam sejarah Amerika.”

Tapi untuk banyak perempuan, membuat quilt juga aktivitas yang menyenangkan dan bentuk penting dari ekpresi artistik.

Crazy quilt

Walaupun beberapa quilt dalam pameran tersebut terbuat dari satu lembar kain, yang lain terbuat dari gabungan lembaran-lembaran kain kecil, lembaran kain yang tidak teratur. Dinamakan crazy quilts, proses tersebut menjadi populer pada akhir abad kesembilanbelas ketika kain mewah semakin mudah didapatkan.

Quilt yang terbuat dari gabungan lembaran kain kecil yang tidak teratur yang disebut "crazy quilt." Quilt ini, yang dibuat oleh Mary Stinson, sekitar 1880. (J. Taboh/VOA)

Quilt yang terbuat dari gabungan lembaran kain kecil yang tidak teratur yang disebut "crazy quilt." Quilt ini, yang dibuat oleh Mary Stinson, sekitar 1880. (J. Taboh/VOA)

Contoh yang bagus adalah crazy quilt bordir yang indah karya Mary Stinson, yang dijahit sekitar tahun 1880.

“Sungguh mengagumkan kalau detil quilt tersebut diperhatikan dan memikirkan kalau seorang perempuan membuat karya dengan sebegitu detil,” kata Treanor. “Dan kebanggaannya akan karyanya tampak jelas pada quilt itu.”

Beberapa quilt dibuat oleh seorang penjahit, sementara yang lainnya dibuat bersama-sama.

Dalam pictorial quilt yang menakjubkan dan rumit tahun 1840, contohnya, setiap pembuat quilt membordir inisialnya pada quilt karyanya, merefleksikan kemampuan dan minat individu. Satu petak menampilkan siluet perempuan; lainnya menggambarkan hati, sementara petak lainnya menampilkan kuda coklat yang di tengah bordiran di atas latar belakang berwarna emas.

Pernyataan politis

Karena perempuan baru mendapatkan hak pilih pada tahun 1920, banyak yang mengekspresikan pandangan politisnya melalui desain yang mereka pilih untuk quilt mereka.
Quilt sering digunakan sebagai alat ekspresi politik. Quilt tahun 1830 ini menggambarkan tujuh presiden pertama AS sampai Andrew Jackson. (J. Taboh/VOA)

Quilt sering digunakan sebagai alat ekspresi politik. Quilt tahun 1830 ini menggambarkan tujuh presiden pertama AS sampai Andrew Jackson. (J. Taboh/VOA)

Satu quilt dari tahun 1830an contohnya, menggambarkan tujuh presiden AS pertama sampai Andrew Jackson.

Pembuat quilt tersebut sepertinya pendukung Andrew Jackson, berdasarkan bukti visual gambar Jackson yang paling utama ditampilkan di atas semua pendahulunya yang dibungkus dalam sebuah medali.

Tujuan lainnya dari pameran tersebut menurut Treanor, adalah untuk menghilangkan mitos umum yang biasanya diasosiasikan dengan quilt dan para perempuan yang membuatnya.

“Salah satu mitos yang paling populer adalah perempuan-perempuan di masa kolonial awal membuat quilt dari pakaian bekas mereka dan bahan lain untuk menghangatkan diri di musim dingin, dan bukan itu alasannya,” katanya. “Quilt dari periode awal menunjukkan bahwa perempuan yang membuat quilt berasal dari kelas sosial yang sangat, sangat tinggi karena mereka bisa membeli bahan.”

Bahan, pada masa itu, diimpor, biasanya dari Inggris, jadi sangat mahal. Para perempuan juga harus punya banyak waktu untuk menyelesaikan quilt tersebut.

Quilt sebagai seni

Tahun 1970an adalah titik balik penting dalam sejarah quilt, yang untuk pertama kalinya, dipamerkan di museum untuk dihargai dan diakui sebagai seni.

“Banyak orang yang sangat senang karena akhirnya mereka merasa quilt mendapatkan kredit yang seharusnya sebagai karya seni,” kata Treanor.

Quilt dari tahun 1970an terus ada sampai sekarang. Lebih dari 20 juta pembuat quilt di Amerika menjadikan ketrampilan tradisional ini industri senilai jutaan dollar.
XS
SM
MD
LG