Tautan-tautan Akses

Dua Faksi Palestina Tanda Tangani Perjanjian Rekonsiliasi di Kairo


Pemimpin Hamas, Khaled Mashaal (kanan) memberikan pidato, sementara Presiden Mahmoud Abbas dan para pejabat Mesir mendengarkan di Kairo, Rabu (4/5).

Pemimpin Hamas, Khaled Mashaal (kanan) memberikan pidato, sementara Presiden Mahmoud Abbas dan para pejabat Mesir mendengarkan di Kairo, Rabu (4/5).

Pemimpin Fatah Mahmoud Abbas, dalam upacara deklarasi di Kairo Mesir mengatakan, warga Palestina telah menyudahi “bagian perbedaan yang kelam”.

Pemimpin Palestina yang bersaing – dari kelompok Islam Fatah dan Hamas – secara resmi mengakhiri perselisihan sengit selama empat tahun hari Rabu, tetapi Perdana Menteri Israel mengecam rekonsiliasi mereka sebagai “hembusan dahsyat bagi perdamaian” dan “kemenangan terorisme”.

Presiden Palestina yang juga pemimpin Fatah – Mahmoud Abbas – dalam upacara deklarasi di Kairo Mesir mengatakan, warga Palestina telah menyudahi “bagian perbedaan yang kelam”. Ia berjanji untuk “segera” mengunjungi Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Pimpinan Hamas Khaled Meshaal mengatakan kedua kelompok mencari tujuan bersama – suatu negara Palestina dengan Jerusalem sebagai ibukota dan tidak ada pemukim Israel. Ia mengatakan warga Palestina seharusnya tidak menyerahkan “satu inci tanah pun” atau hak kembalinya para pengungsi Palestina.

Perjanjian tersebut menghimau pembentukan pemerintah Palestina sementara, yang disusul pemilu presiden dan legislatif dalam waktu satu tahun.

Kedua faksi Palestina tersebut berpisah tahun 2007 di tengah keributan atas dipecatnya sejumlah pejabat Fatah dari jabatannya di Gaza. Israel bereaksi dengan memblokir perekonomian di wilayah itu.

Sementara itu, Israel mengecam persetujuan itu, dengan pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hari Rabu bahwa persetujuan merupakan “pukulan hebat terhadap perdamaian dan kemenangan besar terorisme.” Para pemimpin Israel mengatakan perjanjian itu dapat mengganggu pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Rabu menyelenggarakan pembicaraan dengan mitranya dari Inggris di London. Ia mendesak Perdana Menteri Inggris David Cameron untuk tidak mengakui pemerintah Fatah-Hamas. Netanyahu akan bertemu Presiden Perancis Nicolas Sarkozy hari Kamis.

XS
SM
MD
LG