Tautan-tautan Akses

Pakar Forensik Argentina Desak Pemeriksaan Mahasiswa yang Diduga Dibunuh Dilakukan Terbuka


Protes penyelidikan hilangnya 43 mahasiswa Meksiko, 5 Februari 2015.

Protes penyelidikan hilangnya 43 mahasiswa Meksiko, 5 Februari 2015.

Pakar forensik yang dipimpin Argentina, Sabtu (7/2), mengecam keras penyelidikan yang dilakukan Meksiko, atas hilangnya 43 mahasiswa yang diduga dibunuh.

Pakar asing itu mendesak agar pemeriksaan dilakukan dengan terbuka karena mereka menemui serangkaian keganjilan.

Tim antropologi forensik Argentina dengan pakar dari 30 negara termasuk Amerika, Kanada dan Perancis, mengeluarkan pernyataan sebanyak 16 halaman yang mempertanyakan kesimpulan kantor Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung Meksiko, Jesus Murillo Karam melaporkan bulan lalu, ia memiliki "ketentuan sah" bahwa para mahasiswa calon guru itu dibunuh di negara bagian Guerrero Selatan bulan September 2014.

Murillo Karam mengatakan, bukti menyatakan bahwa 43 mahasiswa Meksiko itu diculik oleh polisi yang korup, dan menyerahkannya ke anggota gang narkoba yang membunuh mereka, membakar mayat mereka di sebuah lahan di kota Cocula dan membuang abunya ke sungai.

Tim pakar Argentina, yang disewa oleh para orangtua mahasiswa dan bekerja bersama para penyelidik federal itu mengatakan, “tidak menutup kemungkinan mereka sudah meninggal,” seperti yang dijelaskan oleh para jaksa penuntut.

"Namun, menurut pendapat kami, tidak ada bukti ilmiah di lahan Cocula itu,” kata isi pernyataan itu.

Pihak berwenang mengirim 17 tulang-belulang yang hangus itu ke Austria's Innsbruck University, tetapi laboratorium terkenal itu hanya mampu mengukuhkan identitas seorang mahasiswa saja dan menyatakan, hampir seluruh tulang-belulang sisanya tidak mungkin diidentifikasikan.

XS
SM
MD
LG